Jenderal polisi sebut ada yang ingin adu domba Polri lawan TNI

Agus meminta internal Polri dan masyarakat untuk waspada upaya-upaya memecah belah dengan TNI.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Jenderal polisi sebut ada yang ingin adu domba Polri lawan TNI
Agus Riyanto. ©2014 merdeka.com/dede rosyadi

Anggota TNI dengan Brimob kembali terjadi. Sejumlah anggota Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) tiba-tiba menyerbu Markas Komando Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 di Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang, Jawa Tengah.Meski begitu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto meyakini ada kelompok yang ingin memecah belah kedekatan antara polisi dan TNI. Dia pun meminta agar internal Polri dan masyarakat mewaspadai gerakan-gerakan pemecah belah tersebut."Agar kiranya intern Polri serta masyarakat lebih waspada, karena ada upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengadu domba TNI dan Polri. Saat ini tim Jatanras Metro, Pusinafis Mabes dan Polda Metro serta intel dan Densus telah diturunkan untuk menindaklanjuti kasus tersebut," demikian ujar Brigjen Agus seperti dikutip Divisi Humas Mabes Polri, Senin (13/7).Agus melanjutkan, kedua institusi ini merupakan penyangga keamanan atas keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika terjadi perpecahan, maka bisa menghancurkan keutuhan bangsa."Satu hal yang perlu disadari bersama bila TNI dan Polri pecah, maka hancurlah bangsa ini, tidak ada lagi pilar penyangga keamanan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia."Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, akun Divisi Humas Mabes Polri mengajak masyarakat untuk mengawasi keamanan lingkungan. Publik juga diminta untuk melaporkan segala tindakan yang mencurigakan."Kiranya Mitra Humas tetap berperan aktif dalam mengawasi keamanan lingkungan sekitar serta melaporkan kepada polsek atau polres terdekat jika terdapat komunitas maupun perorangan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan."

Rekomendasi