Kisah-kisah heroik polisi bantu ibu melahirkan

Kapolda Metro Irjen Tito sempat menggendong Syahrini Murni Bhayangkari Wati, nama bayi mungil itu.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Kisah-kisah heroik polisi bantu ibu melahirkan
bayi yang lahir di bus depan Polda Metro. ©2015 merdeka.com/ronald chaniago

Petugas jalan raya (PJR), Brigadir Agus Susilo dan Briptu Hermanto yang sedang berjaga dekat pintu Tol Semanggi, terkejut ketika menerima laporan dari sopir bus. Bukan karena ada kejahatan, tetapi ini menyangkut seorang ibu yang mau melahirkan.Kedua anggota PJR itu pun menggiring bus masuk ke Mapolda Metro Jaya. Yuliana (29) hendak dibawa ke Gedung Biddokes, Polda Metro Jaya. Sayang, belum sampai lokasi tujuan bayi Yuli keburu lahir.Saat itu Yuli menumpangi Bus Murni Jaya A 76661 KC jurusan Kampung Rambutan-Merak. Tiba-tiba saja Yuli merasakan kontraksi dari kandungannya. Air ketuban Yuli pecah dan kepala bayinya nongol.Bayi Yuli lahir sekitar pukul 09.00 WIB, dengan panjang sekitar 35 cm dan berat 3 Kg. Bayi tersebut lahir secara normal dan sehat.Kapolda Metro Irjen Tito Karnavian sempat mendatangi ruangan tempat Yuli dan bayinya dirawat. Tito juga menggendong Syahrini Murni Bhayangkari Wati, nama bayi mungil itu."Di hari Bhayangkara, tidak di-setting masuk ke sini sendiri," kata Tito di ruang perawatan Dokkes Polda Metro Jaya, Rabu (1/7).Lebih lanjut Tito mengatakan, ini merupakan berkah. Dia pun mengucapkan rasa bangganya pada kekompakan anak buah yang ikut membantu memberikan pertolongan.

"Ini esensi tugas Polri sebenernya. Melindungi juga mengayomi. Tidak hanya menangkap, menahan demo maling dan lain-lain. Ini wajah humanis. Ini adalah pekerjaan polisi," ujarnya.Kejadian seperti ini juga sempat dialami Nafsiah yang tengah hamil tua. Kala itu, dia dan kakaknya turun dari kapal Feri dari Madura di Penyeberangan Ujung Tanjung Perak. Namun tiba-tiba Nafsiah merasa perutnya sakit.Di depan pos polisi itu kakak Nafsiah berteriak meminta tolong. 2 Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Bripka Heri Tri Cahya dan Brigadir Komsun segera membawa Nufsiah masuk ke pos polisi 52. Keduanya lalu masuk ke kamar mandi di dalam pospol.Petugas langsung memanggil ambulans, tetapi belum juga datang sudah terdengar tangisan bayi dari dalam kamar mandi. Polisi itu kemudian mencari kain dari warga sekitar untuk membersihkan dan menutupi bayi berjenis kelamin laki-laki itu.

Rekomendasi