BUMD Jabar janji segera tuntaskan proyek tol Cisumdawu

"Kami berupaya mencapai beberapa target yang kami canangkan di Tahun 2015 sebagai kelanjutan kinerja tahun 2014."

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
BUMD Jabar janji segera tuntaskan proyek tol Cisumdawu
Proyek Tol Cijago. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat PT Jasa Sarana (JS) mendukung target operasional Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada 2017 mendatang. PT JS ikut aktif terlibat dengan mengupayakan percepatan Jalan Tol Cisumdawu sebagai akses utama Bandung-Kertajati.Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono mengatakan saat ini progres pengerjaan sudah mencapai pembebasan lahan di tiga desa, yakni Cikole, Galudra dan Citimun. "Kami berupaya mencapai beberapa target yang kami canangkan di Tahun 2015 sebagai kelanjutan kinerja tahun 2014," kata Soko, Selasa (30/6).Melalui kerjasama pendanaan pengadaan tanah dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) percepatan itu diyakini bisa segera terealisasi. Sebab, tol Cisumdawu diharapkan akan menunjang sarana infrastruktur BIJB Kertajati.Selain fokus di tol, PT JS yang memperoleh raihan positif 2014 lalu mendapatkan kepercayaan juga pemegang sahamnya dengan mendapatkan modal dasar sebesar Rp 1 triliun. Harapan dari para pemegang saham agar PT Jasa Sarana dapat mengupayakan percepatan bagi pengusahaan long term project (Transportasi & Energi/upstream) dan quick yield business (Energi mid dan downstream, Telematika dan pengembangan kawasan) sebelum akhirnya dapat dirasa bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat pada khususnya.Kinerja 13 anak perusahaan yang fokus pada empat hal di atas dinilai Soko makin membaik. Dia menunjuk potensi panas bumi di WKP Cisolok-Cisukarame yang terletak di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu fokus pihaknya tahun ini. Menurutnya sinergi antara pembangunan jalan akses infrastruktur yang dilakukan oleh PT Jabar Bumi Konstruksi dengan pemilik konsesi WKP Cisolok-Cisukarame yakni PT Jabar Rekind Geothermal merupakan langkah strategis agar eksplorasi, eksploitasi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sebesar 45 MW dengan luas daerah Wilayah Kerja Pertambangan lebih kurang 15.580 hektare dapat segera terwujud.Lalu untuk jasa pengelolaan limbah oleh PT Jasa Medivest, hingga tahun 2014 telah melayani sekitar 1800-an pelanggan penghasil limbah medis (RS, puskesmas, klinik), tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jawa Tengah, sebagian Jawa timur, sebagian Sulawesi selatan dan Kalimantan Timur melalui kerjasama pengangkutan dengan perusahaan pengangkut limbah medis berizin. "Saat ini, Wilayah Jawa Barat masih dominan, dengan kontribusi sekitar 60% dari total jasa pelayanan Jasa Medivest," katanya.Dengan kepercayaan yang diterima PT JS, dia melanjutkan, BUMD Jabar ini membukukan pendapatan Rp 300 miliar untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014 lalu. "Di 2013 pendapatan Rp 160 miliar, sekarang jadi Rp 300 miliar," katanya.Asisten Daerah Bidang Ekonomi Setda Jabar Jerry Yanuar mengatakan, kinerja moncer JS harus terus ditingkatkan. Terutama agar bisa menyumbang deviden bagi pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. "Kenapa harus besar? Karena PAD kita mayoritas masih disumbang oleh pajak kendaraan bermotor," katanya.Ke depan, pembangunan infrastruktur besar di Jabar akan makin tinggi. Hal ini menuntut kesiapan Pemprov dan BUMD untuk mengambil peran. Kuncinya, kata Jerry, penguatan kondisi keuangan perusahaan dan kompetensi SDM BUMD.

Rekomendasi