Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa NTT. Per Senin (17/8/2026), korban meninggal tercatat 54 jiwa, sementara pendataan korban luka masih berjalan dinamis.
"Terkait pemutakhiran data dampak bencana, jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa, sementara pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, melalui keterangan tertulis BNPB, Senin (17/8/2026).
Advertisement
Instruksi Pendataan Korban
Suharyanto juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum secara bertahap.
"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi," ucap dia.
Pendataan tidak perlu menunggu 100 persen selesai, asalkan data valid bisa dimasukkan untuk diproses perbaikan.
"Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," sambung Suharyanto.
Advertisement
Armada dan Distribusi Bantuan di NTT
BNPB telah menyiapkan strategi penanganan darurat berikut pengerahan logistik dan armada untuk menjangkau wilayah terdampak, termasuk area yang terisolir.
"Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere," papar dia.
Dari Posko Utama Labuan Bajo, dukungan disalurkan ke wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Adapun Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
"Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal," ucap dia.
Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.
"Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue," tutup Suharyanto.
Advertisement
Komitmen Pemerintah Percepat Tanggap Darurat
Pemerintah menegaskan komitmen percepatan penanganan darurat dan pemulihan pascagempa. Pernyataan ini disampaikan di sela Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).
"Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ujar Menko PMK Pratikno usai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng.
Ia menekankan penanganan dilakukan menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak.
"Jajaran pemerintah membagi tugas menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka," ucap dia.
Koordinasi lintas lembaga juga dilakukan untuk memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.
"Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian/lembaga terkait melalui sistem luring maupun video conference guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif," jelas Pratikno.