Rini Soemarno akui lahir di AS, tapi tak berkewarganegaraan ganda

Rini membantah tudingan politikus PDIP Masinton Pasaribu yang menyebut dirinya punya dua kewarganegaraan.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Rini Soemarno akui lahir di AS, tapi tak berkewarganegaraan ganda
Menteri BUMN Rini Soemarno kunjungi PT Pindad. ©2015 Merdeka.com/Angga Yudha Pratomo

Tudingan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, mengenai kepemilikan dua warga negara, dibantah.Rini membenarkan bahwa dirinya memang lahir di Maryland, Amerika. Meski begitu, dia menjamin tidak menyandang kewarganegaraan Amerika, melainkan Indonesia. Meski Amerika Serikat adalah penganut prinsip kewarganegaraan ius soli, yakni hak kewarganegaraan individu berdasarkan wilayah tempat dia dilahirkan."Kalau lahir di Maryland tidak berarti saya memiliki kewarganegaraan ganda," kata Rini di Jakarta, Selasa (30/6).Dia menuturkan, kelahiran di Maryland lantaran ayahnya sedang menjalankan tugas negara. Alhasil, kondisi itu membuat keluarganya diboyong."Ayah saya waktu itu dikirim oleh pemerintah sebagai Direktur IMF. Waktu itu saya lahir 1958, jadi sekarang umur saya 57. Warga negara Indonesia," terangnya.Sebelumnya, Masinton Pasaribu mendesak Presiden Joko Widodo segera menendang Rini Soemarno dari posisinya sebagai Menteri BUMN. Sebab, kata dia, Rini memiliki kewarganegaraan ganda. "Presiden harus bersikap karena negara kecolongan. Harus dievaluasi, ya digantilah," kata Masinton.Masinton menyebut dalam UU, tidak dapat dibenarkan seorang pejabat negara memiliki kewarganegaraan ganda. Apalagi, Rini diketahui sudah dua kali menjadi menteri. Sehingga, kata dia, negara sudah kecolongan dua kali membiarkan orang yang memiliki kewarganegaraan ganda duduk sebagai menteri."Tidak boleh warga negara ganda karena loyalitasnya harus tunggal, harus ke NKRI. Negara kecolongan karena itu seharusnya BIN sudah memverifikasi status kewarganegaraan Rini sejak awal. Rini sudah dua kali jadi menteri yang kecolongan BIN," katanya.

Rekomendasi