Ingin beli mukena buat ibu, perawat orang jompo malah nekat mencuri

Aksi Purnomo tepergok penjual mukena. Dia lantas ditangkap dan hampir dipukuli.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Ingin beli mukena buat ibu, perawat orang jompo malah nekat mencuri
Purnomo Kasidi. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Terdesak ingin membelikan ibunya mukena, Purnomo Kasidi, asal Mojokerto, Jawa Timur tiba-tiba dirasuki niat jahat. Pemuda 25 tahun ini batal membeli perlengkapan salat buat perempuan itu, tapi malah tergiur mencuri tumpukan uang di toko milik penjual baju di Pasar Baluran, Surabaya.Aksi pemuda saban hari bekerja merawat orang jompo di kawasan Kupang Indah Surabaya ini tepergok oleh pemilik toko, dan meneriakinya maling. Beberapa pedagang di Pasar Blauran mendengar teriakan rekannya itu, langsung memburu Purnomo dan menghajarnya. Beruntung, karena Ramadan, para pedagang masih bisa menahan diri.Para pedagang mengurungkan niatnya buat mengeroyok Purnomo. Meski begitu, sebuah bogem tetap mendarat ke wajah lelaki itu. Selanjutnya, para pedagang menyerahkan Purnomo ke Polsek Sawahan."Ngakunya mau beli mukena untuk ibunya. Dan uang yang akan dicuri itu, akan digunakan untuk membeli mukena itu," kata Kapolsek Sawahan, AKP Agus Bahari, Senin (22/6).Dikatakan Agus, Purnomo mengaku tiap hari merawat orang jompo di Jalan Kupang Indah, Surabaya. Dia diberi honor Rp 2 juta per bulan."Tiap hari, tersangka tinggal di tempat kerjanya itu. Kemudian, dia ingin membelikan ibunya oleh-oleh mukena saat pulang ke Mojokerto akhir bulan nanti," lanjut Agus.Menurut cerita Agus, saat memilih-milih mukena di lantai dua Pasar Blauran, secara tak sengaja Purnomo melihat penjualnya sedang menghitung tumpukan uang."Spontan muncul niat dari tersangka untuk mencuri uang itu, yang akan digunakan untuk membeli mukena ibunya, tapi kepergok oleh pemilik toko," ucap Agus.Di hadapan penyidik, Purnomo menceritakan, saat muncul niat mencuri uang itu, dia langsung mengalihkan perhatian si pemilik toko. "Saya minta diambilkan mukena yang agak jauh, maksudnya agar saya bisa mudah mengambil uangnya," kata Purnomo.Saat itulah, Purnomo mengambil tumpukan uang ditinggalkan pemiliknya buat mengambilkan mukena dipesannya. Sukses mengambil duit si pemilik toko, Purnomo langsung kabur.Namun, si pemilik toko segera sadar tipuan tersangka. Dia pun langsung berteriak sambil menuding ke arah tersangka. "Saya panik, lalu menyelipkan uangnya ke tumpukan kain di toko milik penjual yang lain," ucap Purnomo.Sayang upaya itu gagal. Sejumlah pedagang yang mengejarnya mengetahui hal itu dan menangkapnya, serta menghajar buat memberi pelajaran. "Saya khilaf," tutup Purnomo.

Rekomendasi