Komisi I menggelar rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Rapat membahas rencana pemberian Amnesti dan Abolisi untuk narapidana atau tahanan politik Papua."Sebelum rapat gabungan dengan Komisi III dan rapat konsultasi dengan Pimpinan DPR. Kami terlebih dahulu ingin menggelar rapat kerja dengan Menlu, Kabin dan Panglima," kata Tantowi saat membuka rapat kerja di Gedung DPR, Senin (22/6).Menurut dia, pihak DPR sudah menerima surat permohonan pertimbangan rencana pemberian Amnesti dan Abolisi untuk narapidana/tahanan politik Papua dari Presiden Joko Widodo pada bulan Mei lalu. Namun Badan Musyawarah menyerahkan surat tersebut kepada Komisi I.Kendati demikian, Komisi I menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang sesuai tata tertib rapat kerja ini untuk terbuka atau tertutup."Lebih baik rapat tertutup," kata Moeldoko.Tak hanya itu, anggota Komisi I TB Hasanuddin mengatakan hasil rapat tertutup ini harus disampaikan ke publik karena demi kepentingan bangsa di mata internasional. "Meski rapat tertutup, saya pikir harus disampaikan ke publik apa hasilnya rapat ini," kata TB sebelum rapat tertutup dimulai.
Bahas Amnesti Tapol Papua, Komisi I rapat dengan Kepala BIN
"Kami terlebih dahulu ingin menggelar rapat kerja dengan Menlu, Kabin dan Panglima," kata Tantowi.
Advertisement
Rekomendasi