Jauh sebelum dikenal sebagai pasangan badut Winnie the Pooh, Suwadi alias Suaedi dan istrinya, Karsi, warga Dusun Dulu, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, adalah pekerja ulet. Mereka juga dikenal ramah dan murah senyum ke setiap orang.
Suaedi, adalah pemborong bangunan. Sedangkan Karsi, istrinya, selain pernah jadi buruh tani, juga dikenal ahli pijat.
"Baru tiga sampai empat tahunanlah, mereka ngamen jadi badut. Pak Suwadi sudah gak kuat jadi kuli bangunan, karena sudah tua, milih ngamen sama istrinya," terang Agus, salah satu warga Desa Sawo pada merdeka.com, Kamis (18/6).
Saban hari, para tetangga Suaedi dan Karsi, tahu kalau sepasang badut Winnie the Pooh itu, ngamen dari kampung ke kampung. Mereka tidak tahu kalau Suaedi dan Karsi kerap mangkal di Lippo Mall Sidoarjo dan mengaku menderita stroke serta tinggal sebatang kara di Driyorejo, Gresik.
Kemudian Suaedi diamankan petugas setempat, untuk dirawat di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) hingga sembuh. Karsi juga ikut diamankan, karena mengaku anak Suaedi, nyatanya istri ketujuh kakek 75 tahun itu.
"Kalau itu (ditangkap di Sidoarjo) kita tidak tahu. Warga tahunya ya mereka ngamen ke kampung-kampung jadi badut. Tapi gak pernah bareng. Cuma berangkat dan pulangnya sama-sama. Misalnya Pak Suwadi ke kampung sini, Karsi-nya ke kampung sana, kemudian ketemu di mana terus pulang naik angkot bareng," lanjut Agus.
Kasiman, warga yang lain juga mengatakan hal yang sama. Dari hasil ngamen jadi badut, Suaedi merenovasi rumahnya, yang sampai saat ini belum tuntas.
"Nggak tahu kalau beli rumah, wong rumahnya dari dulu ya itu, yang ada di Dusun Bulu. Kalau direnovasi memang iya. Dari dulu rumahnya memang besar. Keluarganya banyak, warisan dari orang tuanya dulu juga banyak," terang Kasiman.
Meski mengenal baik sosok Suaedi dan Karsi, warga Desa Sawo tidak tahu banyak soal latar belakang kedua orang tua itu. Para tetangga dua orang tua itu, menilai Suaedi, orang tua yang ramah dan sopan juga murah senyum.
"Cuma dia orangnya pendiam. Dia baik sama semua orang, ya istilahnya dia tahu menempatkan diri sebagai orang tua," kata warga yang lain, kebetulan mereka tengah kongkow di tepi Jalan Dusun Semanding arah ke Dusun Bulu, rumah Suaedi.
Para tetangga Suaedi dan Karsi, sama-sama mengaku tidak pernah melihat si badut beruang itu sakit stroke. "Nggak pernak sakit. Kadang memang jalannya nyeret (pincang) gitu, tapi gak sakit. Kalau wajah melas, ya memang dari dulu seperti itu. Saat masih kerja borong bangunan juga seperti itu, bisa dibilang sudah cetakan dari sono-nya (dari lahir)," seloroh Kasiman.
Warga Desa Sawo sendiri tidak pernah tahu latar-belakang pasti keluar Suaedi dan Karsi. Yang mereka tahu, keduanya sudah lama tinggal di Dusun Bulu dan memiliki banyak warisan dari almarhum orang tua mereka. Kecuali sawah. Suaedi dan Karsi tidak memiliki sawah.
Bahkan, latar belakang pernikahan Suaedi juga tidak banyak orang yang tahu. "Setahu saya, dari dulu istrinya ya Karsi itu, nggak ada tujuh. Saya tahu mereka itu sejak saya masih kecil, sekarang umur saya 45 tahun dan sudah punya cucu. Setahu saya ya Karsi itu istrinya Suaedi, punya anak satu namanya Muadi," sahut Agus.
Ditimpali lagi oleh Kasiman, yang usianya lebih tua sekitar 10 tahun dari Agus, kalau Karsi itu istri kedua Suaedi. "Itu istri kedua, sebelum sama Karsi, Suaedi pernah punya istri terus cerai menikah sama Karsi," tegas Kasiman.
Sebelumnya, pada Minggu lalu, Suaedi yang masih mengenakan kostum Winnie the Pooh diamankan petugas Dinsosnaker Kabupaten Sidoarjo, yang ingin merawatnya ke Liponsos di Jalan Sidokare, Sidoarjo hingga sembuh. Karena Suaedi mengaku menderita strok dan sebatang kara.
Tak hanya suadi, Karsi yang saat itu sudah menyimpan kostum badutnya dalam tasnya, ikut diamankan petugas karena mengaku anak Suaedi, padahal istri ketujuhnya, saat pengamanan itu.
Ketika diperiksa kesehatannya, Suedi tidak sakit, dan tidak tinggal sebatang kara di Gresik, tapi tinggal di Mojokerto. Suaedi juga mengaku, menikah tujuh kali dan memiliki lima anak.
Kepada petugas Liponsos, Suaedi juga menegaskan, dia tidak akan pulang sebelum mendapat hasil Rp 500 ribu. Sebab, setahun ngamen jadi boneka beruang kuning, dia bisa membeli rumah mewah dan membeli motor Yamaha Vixion dan matic.