Kisah keluarga China terbantu dengar suara mengaji di masjid

Suara mengaji yang kerap diputar menjelang subuh membantu keluarga tersebut untuk bangun pagi.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Kisah keluarga China terbantu dengar suara mengaji di masjid
ilustrasi masjid. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ

Karena dianggap sebagai polusi udara, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia berencana melarang pemutaran kaset mengaji Alquran di masjid-masjid. Larangan tersebut sudah dirumuskan di Dewan Masjid.Tidak selamanya suara kaset yang memperdengarkan orang mengaji melalui masjid selalu dianggap mengganggu. Bahkan ada sebagian orang, yang bahkan warga non muslim justru merasa terbantu, salah satunya seperti yang dikisahkan ustaz Yusuf Mansyur.Ketika kecil, pemilik pesantren Daarul Quran ini memiliki teman etnis China yang orangtuanya merupakan seorang pedagang. Suara mengaji yang kerap diputar menjelang subuh membantu keluarga teman Yusuf Mansyur untuk dapat bangun pagi."Riki bilang, keluarganya pedagang. Jadi kudu bangun pagi. Jadi mereka senang jika ada yang bangunin pagi-pagi. Jam 3 an atau jam 4 an. "Gratis, lagi..."," tulis Yusuf Mansyur melalui Twitter-nya, Selasa (9/6).Keluarga tersebut, lanjut Yusuf Mansyur, justru merasa harus membayar kepada pihak masjid karena sudah dibangunkan setiap hari. Keluarga etnis China tersebut juga mengaku tidak terganggu dengan suara kaset mengaji tersebut."Riki, sahabat saya sejak kecil, seorang Chinese, pernah ditanya, "Kamu ga keganggu?" Dia ketawa. Justru Bapak saya mestinya bayar," ujarnya.

Halaman
Rekomendasi