Peredaran merica palsu di wilayah Banjarnegara Jawa Tengah, ternyata sudah lama terjadi di masyarakat. Modus mencampurkan merica palsu dengan merica asli dalam kemasan plastik disinyalir sudah beredar juga di wilayah Banyumas Jawa Tengah.Seorang warga Pekuncen, Banyumas Jawa Tengah, Liliek (40) mengemukakan sebelum heboh merica palsu di beberapa wilayah Jawa Tengah, kasus ini sudah lama terjadi di masyarakat. "Kalau selama ini yang saya temui di Banyumas, biasanya merica asli dicampur dengan yang palsu. Biasanya merica ini dijual dalam bentuk kemasan, sehingga konsumen susah untuk membedakannya," katanya, Selasa (9/6).Lebih lanjut, ia mengemukakan merica palsu tersebut merupakan gumpalan tepung dan biasanya dijadikan bahan pembuat bubur mutiara dengan bentuk yang hampir mirip. "Ini seperti akal-akalan pedagang saja untuk mendapatkan untung besar dari oplosan merica yang dijual dalam kemasan," ujarnya.Ia mengemukakan, biasanya penjualan merica dilakukan dengan sistem curah sehingga konsumen bisa meneliti dan mengamati. Namun, dari pengalamannya, karena banyak pengecer atau konsumen yang membeli karena tergiur harga murah membuat proses transaksinya menjadi terburu-buru."Biasanya nanti setelah sampai di rumah baru tahu kalau merica dalam kemasan dioplos. Karena setelah dibuka, ada serpihan tepung. Kalau sudah seperti itu, biasanya cara mudah untuk membedakannya direndam dalam air. Jika tenggelam berarti itu bukan merica, sedangkan merica asli mengambang di atas air," tuturnya.Diakuinya, setelah dibedakan tersebut akan terlihat perbandingan yang sangat mencolok antara merica asli dengan palsu. "Kalau dipresentasikan misal beli satu kilogram merica palsu dalam kemasan, bisa hanya seperempat kilogramnya saja yang asli. Jadinya ini seperti akal-akalan saja," jelasnya.Sebelumnya, Kepala Polres Banjarnegara Wika Hardianto mengemukakan bahan merica palsu yang beredar di pasar tradisional wilayahnya bukan berasal dari semen seperti yang ramai diberitakan. "Itu mericanya bahannya dari tepung yang dikeraskan dibuat bulat-bulat, bukan dari semen," katanya.
Kasus merica palsu sudah lama beredar di masyarakat Banyumas
Merica palsu tersebut merupakan gumpalan tepung dan biasanya dijadikan bahan pembuat bubur mutiara.
Advertisement
Rekomendasi