Merica palsu yang beredar di pasar tradisional wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah yang diduga dari bahan semen putih dibantah Kepolisian Resor (Polres) Banjarnegara. Kepala Polres Banjarnegara Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Wika Hardianto memastikan merica palsu yang beredar di beberapa pasar tradisional wilayah tersebut bukan dari bahan semen. "Itu mericanya bahannya dari tepung yang dikeraskan dibuat bulat-bulat, bukan dari semen," katanya, Selasa (9/6).Dari dugaan pihak Polres, merica palsu itu sengaja dibuat supaya berat dalam setiap kemasan bertambah sehingga merica yang seharusnya dijual dengan harga standar bisa menjadi murah."Sampai saat ini kami masih mencari pemasoknya yang mengedarkan merica palsu. Sedangkan, penjualnya sedang kita selidiki," katanya.Lebih lanjut, Wika belum bisa memastikan keterkaitan kasus merica palsu yang terjadi di Banjarnegara dengan kasus serupa di wilayah Pati Jawa Tengah. Namun, dia meyakini isu merica palsu diciptakan untuk seperti kasus beras palsu yang sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu. "Kasus ini mirip isu peredaran beras plastik untuk membuat kegaduhan," katanya.Sebelumnya, pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banjarnegara mengakui adanya peredaran merica palsu dari laporan warga. Pihak pemkab sendiri juga belum memastikan bahan yang digunakan untuk membuat merica palsu tersebut."Saat diperiksa, ternyata merica asli dicampur dengan yang palsu. Tetapi kami belum tahu merica palsu yang beredar terbuat dari bahan apa?" tutur Kepala Bidang Perdagangan Dinperindagkop Banjarnegara, Hari Arumbinuko.
Merica palsu beredar di Banjarnegara bukan dari semen tapi tepung
Polisi meyakini isu merica palsu diciptakan seperti kasus beras palsu yang sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu
Advertisement
Rekomendasi