Klub ancam pecat pemain ISL yang ikut tarkam

"Tarkam itu ngeri. Satu kampung masuk lapangan. Fanatisme sempit."

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Klub ancam pecat pemain ISL yang ikut tarkam
Ilustrasi bermain sepak bola. ©2012 Shutterstock/Andrey Yurlov

Klub sepakbola yang mengikuti Indonesia Super League (ISL) mempunyai peraturan yang keras terkait liga antar kampung (tarkam). Pemain yang ketahuan mengikuti tarkam akan diberhentikan secara sepihak oleh klub."Sebenarnya peraturan kontrak di klub sudah jelas. Klub melarang keras pemain bermain di tarkam. Kalau ketahuan akan diputus kontrak secara sepihak," ujar pelatih Persela, Iwan Setiawan saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.Mantan pelatih Persija Jakarta itu menjelaskan, dalam tarkam itu, setiap pemain tidak akan mendapatkan asuransi jika mereka mengalami cedera. Selain itu, acap kali liga tarkam berujung perkelahian."Tarkam itu ngeri. Satu kampung masuk lapangan. Fanatisme sempit," ujar Iwan menceritakan pengalamannya saat mengikuti tarkam.Namun kini, lanjut pria yang pernah mengenyam pendidikan sebagai pelatih di Spanyol itu mengatakan, setelah turnamen resmi berhenti akibat dibekukannya PSSI oleh Kemenpora, dirinya tidak bisa melarang jika ada pemain Persela yang ikut tarkam. Sejak turnamen berhenti, otomatis pemain tidak memiliki pemasukan."Itu artinya mereka akan mencari pemasukan dari tarkam," katanya.Terkait pembekuan PSSI oleh Kemenpora, bapak dari lima orang putra ini menyayangkan langkah yang ditempuh pemerintah. Iwan mengaku, terhitung sejak Februari 2015, dirinya dan pemain Persela Lamongan telah putus kerja dengan klub."Semenjak April kita enggak tahu mau ke mana. Kalau pemain bisa ikut tarkam, kalau pelatih seperti saya? Beruntung belakang ini saya diminta ikut coaching clinic," tutur Iwan.

Rekomendasi