Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI Doni Monardo berencana menjadikan putra almarhum Sersan Mayor Zulkifli menjadi anak angkat. Tindakan ini dilakukannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kematian sang ayah di tangan anak buahnya di Sukoharjo, Jawa Tengah."Ada rencana, kesempatan pertama Pak Danjen Kopassus nanti akan datang ke orangtuanya menyampaikan niatan untuk angkat anaknya jadi anak angkatnya. Itu sebagai bentuk tanggung jawab moral beliau," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen Wuryanto kepada merdeka.com, Jumat (5/6).Wuryanto menambahkan, Danjen tak sekadar mengangkat anak saja, tapi juga membiayai seluruh kebutuhan putra almarhum Sersan Mayor Zulkifli tersebut."Ya, biaya semuanya lah. Ini sebagai bentuk tanggung jawab. Ya anak angkat lah, bukan cuma pendidikan," ujarnya.Masalah tanggung jawab tak cuma diberikan kepada keluarga Zulkifli saja, tapi juga ketiga korban pemukulan yang hingga saat ini masih dalam perawatan. Di mana, seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh Kopassus."Rencana ini sudah dikomunikasikan Danjen kepada Wakasau. Cuma karena Danjen ini sangat sibuk, sekarang masih di NTT, belum sempat datang ke orangtuanya," pungkasnya.Sebelumnya, Doni Monardo telah memberikan uang santunan Rp 100 juta kepada keluarga korban. Uang tersebut diberikan kepada istri almarhum Serma Zulkifli yang diwakili Wadanjen Kopassus. Sedangkan korban yang masih dalam perawatan akan ditanggung sepenuhnya oleh Kopassus.
Danjen Kopassus mau jadikan putra Serma Zulkifli anak angkat
Rencana itu dilakukan setelah Mayjen Doni tiba di Jakarta dan menemui istri almarhum.
Rekomendasi