Harga jengkol di beberapa pasar tradisional di kota Serang mengalami kenaikan yang cukup tinggi, bahkan harganya lebih mahal di banding ayam potong. Saat ini, harga jengkol mencapai harga Rp 55 ribu per kilo nya sedangkan ayam potong per kilo hanya Rp 24 ribu per kilo.
Kenaikan harga sayur mayur yang digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia ini sudah terjadi sejak satu setengah bulan yang lalu, yang diakibatkan kelangkaan stok pengiriman.
"Sekarang lagi mahal mas, harganya dari Rp 52 ribu hingga Rp 55 ribu. Karena stoknya kurang. Karena memang bukan musimnya, jadi sedikit stoknya," kata Tarmidi salah satu pedagang jengkol di Pasar Rau Kota serang, Kamis (4/6).
Tarmidi mengungkapkan, harga normal jengkol per kilo hanya mencapai Rp 20-25 ribu, biasanya lebih murah di saat musim panen jengkol yang biasa terjadi sekitar sesudah Idul Adha.
"Biasanya musimnya itu sesudah Idul Adha, kalau sekarang baru berbunga saja pohonnya, makanya harganya tidak stabil," katanya.
Akibat kenaikan harga yang cukup tinggi, para pedagang terpaksa mengurangi stok dagangannya. Yang biasa per hari menyediakan barang hingga 150 kg kini hanya 30 kg.
"Itu juga kadang tiga hari nggak dikirim dari Palembang nya, makanya mahal," ujarnya.
Sementara itu, Yanah (40) pedagang sayur di Pasar lama, Kota Serang mengaku setelah melonjaknya harga jengkol, dirinya tak lagi menjualnya. Karena stok sangat minim di pasaran, dan harga jual yang sangat melambung dapat merugikan dirinya.
"Harganya lagi tinggi mas, lagi nggak jual dulu, biasanya sih jualan," katanya.