Bupati Banyuwangi Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas mengaku tengah menyiapkan pembuatan terjemahan Alquran khusus berbahasa Osing (bahasa daerah Banyuwangi). Proses pembuatan kitab terjemahan ini, sudah berjalan 1,5 tahun dan ditargetkan selesai tahun ini (2015).
Hal ini diungkap Anas usai penyerahan berkas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2014 berbasis aktual yang diterapkan Pemkab Banyuwangi di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur, Jalan Juanda, Sidoarjo, Jumat (29/5).
Kata Anas, pembuatan kitab terjemahan berbahasa Osing itu, merupakan salah satu program Pemkab Banyuwangi, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal dalam memahami isi atau kandungan ayat-ayat Alquran.
"Masih dalam proses. Sudah 1,5 tahun. Diharapkan selesai tahun ini. Misi dari pembuatan kitab ini, adalah agar kandungan Alquran biasa lebih dipahami oleh masyarakat dengan menggunakan bahasa lokal, dengan bahasa yang mereka kenal sehari-hari," ungkap Anas di Sidoarjo.
Untuk pembuatannya sendiri, lanjut Anas, perlu ada kehati-hatian, agar tidak terjadi kekeliruan tafsir ayat-ayat Alquran, yang akan diterjemahkan dalam Bahasa Osing.
"Untuk itu kita kumpulkan semua kiai-kiai dan beberapa tokoh yang paham tafsir Alquran, termasuk tim dari Dewan Kesenian Blambangan untuk mentransletkannya ke Bahasa Osing," akunya.
Terkait kontroversi yang akan muncul jika kitab terjemahan ini sudah dipasarkan atau dibagikan ke masyarakat, seperti kasus di Jakarta beberapa waktu lalu, ketika seorang Qorik membaca Kitab Suci Alquran dengan langgam Jawa, Anas mengaku tidak khawatir.
"Karena yang kita buat terjemahannya, bukan langgamnya. Ayat-ayat Alqurannya tetap. Cara membacanya juga tetap. Yang kita ubah terjemahannya dari Bahasa Indonesia menjadi bahasa lokal, Bahasa Osing," dalihnya diplomatis.