Gara-gara menggelar pertemuan secara langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum berlangsungnya aksi demonstrasi besar-besaran, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Andi Aulia Rahman dicerca oleh pengguna media sosial. banyak yang menyesalkan pertemuan tersebut, apalagi Andi membatalkan secara sepihak soal rencana demo tersebut dan menggesernya."Kami awalnya mau demo tanggal segitu, tapi ternyata tanggal 20 ada yang mainin isu lengserkan Presiden. Makanya, kami jadi (unjuk rasa) tanggal 21," ucap Andi usai menemui Jokowi di Kantor Presiden, Senin (18/5) malam.Pembatalan tersebut menuai banyak kecaman, terutama dari sejumlah mahasiswa dari seluruh Indonesia. Bahkan, serangan berlanjut hingga ke Facebook pribadinya.Menanggapi kecaman dan serangan dari para netizen itu, Andi lantas membela diri. Berikut pembelaan lengkap Andi seperti yang dikutip dari akun Facebooknya:"Kita boleh berbeda pendapat. Itu sah di alam demokrasi. Tapi izinkan saya share bagaimana paradigma yang saya pakai dalam kehadiran saya bertemu dengan Presiden.Bagi saya, aksi dan perlawanan itu tidak boleh dibatasi hanya dengan turun ke jalan. Hadirnya saya ke forum dengan presiden juga saya niatkan sebagai bagian dari aksi dan advokasi mahasiswa untuk menyampaikan langsung apa yang menjadi keresahan masyarakat.Saya pastikan bahwa apa yang saya lakukan adalah tetap dalam koridor gerakan moral dan intelektual. Ini hanya masalah pilihan gerakan (choice of movement) apa yang mau kita gunakan. Bertemu langsung kah? Atau terus menerus berada di jalanan?Pertemuan saya juga adalah bagian dari kesepakatan mahasiswa UI yang diwakili oleh BEM se UI, dalam forum Sospolnet. Beberapa waktu lalu saya dengan tegas menolak undangan wantimpres karena bagi kami wantimpres tidak memiliki signifikansi dan pengaruh apapun. Kami hanya ingin bertemu dengan Presiden karena beliaulah yang paling strategis yang harus ditemui. Oleh karenanya, ketika peluang bertemu dengan Presiden ini hadir, saya katakan, "Ya, Bismillah. saya akan hadir".Saya lbh ikhlas dicaci mahasiswa se Indonesia dibandingkan saya menyianyiakan kesempatan ketemu presiden sebagai pembuat kebijakan langsung, yang bisa jadi pertemuan tersebut berdampak pada 250 juta rakyat indonesia di luar sana. Lagi2 saya katakan, Mari kita kuatkan substansi daripada cara (tersenyum).Bagi kawan yang mengira kami yang hadir tergadaikan atau terbeli, coba lihat lagi definisi apa yang kawan pakai untuk menjudge kami? Tidak semurah itu idealisme kami dijual hanya dengan jamuan makan malam.Besok, Kamis, 21 Mei 2015, Pukul 10.00 BEM UI akan bergabung dengan ribuan massa mahasiswa di depan Istana Negara. Saya sudah mendapatkan konfirmasi dari Koordinator Pusat BEM SI akan hadirnya ribuan massa di depan Istana esok. Saya undang seluruh rakyat yang masih peduli akan hadirnya kesejahteraan yang lebih baik, untuk hadir bersama kami mahasiswa.(Hasil Pertemuan dengan Presiden dapat diakses di bem.ui.ac.id)Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!Salam
Andi Aulia R-Ketua BEM UI"
Ini pembelaan Ketua BEM UI soal pertemuannya dengan Jokowi
Keputusan BEM UI membatalkan aksi 20 Mei menuai banyak kecaman dari banyak pihak.
Rekomendasi