Puluhan mahasiswa dari Universitas Indonesia Esa Unggul melakukan orasi di Bundaran Hotel Indonesia. Mengenakan almamater biru ini, mereka menumpang Kopaja sambil meneriakkan 'Reformasi Sampai Mati.'Sama seperti mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain, mereka hanya berorasi 15 menit. Dalam orasinya, mereka menyampaikan tiga permintaan yang dibacakan oleh Alvian Akbar Palianan selaku koordinator demo tersebut."Pertama, kami meminta KPK tidak dikriminalisasi, cabut Pasal 32 ayat (2) undang-undang KPK. Kedua, kami meminta Komisi Yudisial untuk dilibatkan dalam seleksi proses pengangkatan hakim," teriaknya, Jakarta, Rabu (20/5).Selain itu, mereka juga meminta Mahkamah Konstitusi (MK) jangan cuma disibukkan dengan penanganan sengketa pilkada."Kami minta fokus menjaga Undang-undang Dasar, jangan disibukkan dengan sengketa pilkada karena itu kewenangannya KPU," jelasnya.Selain tiga permintaan itu, kata Akbar, mereka juga meminta pemerintahan Jokowi-JK bisa menuntaskan permasalahan HAM yang terjadi di masa lalu."Hari ini kami turun dengan membawa nama kampus Esa Unggul tidak membawa nama BEM seluruh indonesia," imbuhnya.Aksi tersebut tidak berlangsung lama, setelah berorasi mereka melanjutkan perjalanan ke depan Istana Negara. Situasi lalu lintas yang tadinya tersendat kembali lancar.
Kritik Jokowi, mahasiswa Esa Unggul cuma orasi 15 menit di HI
Mereka juga menyampaikan tiga tuntutan.
Rekomendasi