Ini tanggapan MUI soal tilawah Alquran langgam Jawa di Istana

Menag sudah memberikan penjelasan terkait tilawah menggunakan langgam Jawa.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Ini tanggapan MUI soal tilawah Alquran langgam Jawa di Istana
jokowi hadiri acara Isra Miraj. ©Rifki/Setpres

Kontroversi tilawah ayat suci Alquran menggunakan langgam Jawa di Istana Negara saat acara Isra Miraj beberapa waktu lalu terus bergulir. Sebagian masyarakat menilai pembacaan ayat suci tersebut tidak wajar karena menggunakan langgam (irama) Jawa yang dianggap merusak hukum tajwid atau hukum membaca Alquran. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mengaku belum mendengar langsung tilawah yang dibacakan qori Yasser Arafat Surah An Najm ayat 1-15. Namun, dia menilai biasanya tidak ada yang salah dengan penggunaan langgam Jawa saat membaca Alquran. "Enggak masalah asal tajwid tetap harus dijaga kalau lagu enggak masalah," ucap dia singkat. Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berargumen pemakaian langgam Jawa pada acara Isra Miraj ada alasannya. "Kenapa langgam Jawa yang ditampilkan? Karena saya belum menemukan langgam daerah lain yang tajwidnya baik," tuturnya melalui akun Twitter.Oleh karena itu, dia meminta publik untuk merekomendasikan langgam lain yang mempunyai unsur tajwid bagus, "Bila ada, tolong kirim rekamannya," pintanya.

Rekomendasi