Pesawat Batik Air dengan nomor pesawat 6870 tujuan Jakarta ke Palembang mendapatkan ancaman bom oleh salah satu calon penumpang. Hal itu membuat para penumpang dievakuasi dan penerbangan pun ditunda.Sementara pelaku digelandang petugas Aviation Security ke kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (29/4).Pengakuan seorang pria yang belakangan diketahui bernama Ivan R Yuswilyawan itu mengakibatkan para petugas di Bandara Soekarno-Hatta memeriksa ulang barang bawaan penumpang, guna memastikan kebenaran adanya bom tersebut. Buntutnya membuat pesawat tertahan selama tiga jam untuk diberangkatkan. Belum diketahui mengenai apa maksud dari Ivan hingga membuat panik seisi pesawat.Peristiwa itu berawal, ketika penumpang sudah berada di dalam pesawat. Saat itu pramugari memeriksa kesiapan para penumpang dengan barang bawaannya. Tiba-tiba Ivan mengatakan, bahwa dirinya membawa bom di dalam tas yang disimpannya di kabin atas penumpang. Hal itu membuat pramugari, melaporkan ke pihak keamanan penerbangan yang dilanjutkan dengan pengosongan pesawat. Sementara Ivan yang mengaku membawa bom itu digelandang petugas. Menurut Rudi Ricardo, salah seorang penyidik dari PPNS Kementerian Perhubungan keterangan atau ucapan Ivan telah membuat panik seluruh awak dan penumpang. "Dia bilang ke Pramugari, dirinya bawa bom," katanya.Hingga Rabu petang, Ivan masih di periksa oleh PPN Kementerian Perhubungan. "Dia untuk sementara waktu tidak boleh menggunakan pesawat terbang dalam bepergian," tuntasnya.
Pria ini ngaku bawa bom, penumpang Batik Air di Soetta dievakuasi
Saat di atas pesawat, Ivan R Yuswilyawan mengatakan kepada pramugari bahwa tasnya berisi bom.
Rekomendasi