Satuan Reskrim Polrestabes Semarang menciduk 33 orang Warga Negara Asing (WNA) penghuni rumah mewah di Jalan Merapi Nomor 18, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (28/4) malam. Polisi menciduk mereka lantaran diduga kelompok sindikat penipu yang kerap menyasar korban WNA.Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan, puluhan WNA tersebut kebanyakan warga Cina dan Taiwan. Menurut Burhanudin, sebelum dilakukan penggerebekan diketahui ada 40 WNA yang menghuni rumah mewah tersebut.40 orang itu terdiri dari 19 warga Cina dan 21 warga negara Taiwan. Namun ada 7 orang yang melarikan diri saat penggerebekan berlangsung."Info masyarakat banyak WNA keluar masuk dari rumah ini dan mencurigakan. Anggota melakukan penyelidikan," kata Burhanudin kepada wartawan saat di lokasi penggerebekan Selasa (28/4).Dari 33 WNA tersebut, sebanyak 11 orang di antaranya adalah perempuan. Bahkan, satu orang di antaranya diketahui dalam kondisi hamil."Mereka dipekerjakan oleh sindikat penipuan yang sasarannya warga negara mereka sendiri. Kedatangan mereka ke sini (Indonesia) dengan menggunakan visa kunjungan," ujar Burhanudin.Burhanudin menjelaskan modus mereka menelepon korbannya secara acak yang berada di Taiwan dan Tiongkok. Rencananya, ke 33 WNA ini akan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kota Semarang untuk dilakukan penanganan dan penindakan lebih lanjut."Modusnya telepon acak, modusnya sama seperti penipuan via telepon yang terjadi di Indonesia. Ada yang terlilit utang, kemudian menjanjikan hadiah dan macam-macam modus dan alasannya mereka dalam melakukan penipuan. Begitu korban percaya, korban langsung diminta untuk mentransfer sejumlah uang," jelasnya.Dari penggerebekan tersebut disita 36 paspor dan puluhan handphone, komputer, serta ratusan lembar berkas bertuliskan huruf Tiongkok. Dari sekian banyak paspor yang ditemukan 29 teridentifikasi pemiliknya sedangkan 7 paspor tidak diketahui pemiliknya.
Gerebek rumah mewah, polisi bekuk 33 WNA sindikat penipuan
Polisi menciduk mereka lantaran diduga kelompok sindikat penipu yang kerap menyasar korban WNA.
Rekomendasi