Kebanjiran hingga sedada, Kopral Bagyo ngaku belum dapat bantuan

"Saya masih bersih-bersih lumpur. Untung saja kemarin hujan, jadi lumpurnya bisa dibersihkan," ujar Bagyo.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Kebanjiran hingga sedada, Kopral Bagyo ngaku belum dapat bantuan
Aksi Kopral Bagyo di HUT TNI. ©2013 Merdeka.com/parwito

Salah satu korban banjir yang terjadi pada Rabu (22/4) malam lalu adalah Kopral Subagyo Lelono, anggota Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo. Rumah pria yang akrab disapa Kopral Bagyo di RT 01 RW 01 Kampung Sumpingan, Kadipiro Kecamatan Banjarsari tersebut terendam air hingga setinggi dada orang dewasa.Maklum saja kediaman pria yang pernah berlari mengelilingi Tugu Monal selama 25 jam nonstop tersebut, berhadapan langsung dengan Sungai Kali Pepe. Padahal saat terjadi banjir, sungai tersebut mendapatkan limpahan air yang luar biasa dari Kabupaten Boyolali. Bagyo bersama ratusan tetangganya saat itu harus mengungsi."Ini barang-barang saya banyak yang terendam. TV saya ga bisa dipakai, barang-barang elektronik lainnya juga. Saya masih bersih-bersih lumpur. Untung saja kemarin hujan, jadi lumpurnya bisa dibersihkan," ujar Bagyo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/4).Subagyo juga mengaku hingga saat ini dirinya dan warga sekitar rumahnya belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Solo. Banyak warga yang mengeluhkan karena mereka kurang bahan makanan. "Ini banyak warga yang berkumpul di rumah saya. Saya kan jualan beras dan ketan, tapi semua basah. Ini dimasak ketannya dan saya bagikan ke warga," katanya.Pantauan di lapangan, kondisi di kampung tersebut cukup memprihatinkan. Selain banyak bangunan rumah yang rusak akibat kuatnya arus sungai, jalanan kampung juga masih banyak terlihat lumpur dan sampah. Tak hanya itu, aspal jalan kampung juga tampak mengelupas lantaran tergerus air."Jembatan Sumpingan yang menghubungkan warga Banyuanyar dan Kadipiro yang melintasi Kali Pepe amblas. Padahal belum lama dibangun, ini sudah ditutup dan tak dapat difungsikan," jelas Bagyo.Harsadi Gendon (45) warga lainnya mengaku kondisi di kam$pungnya sangat parah. Saat banjir lalu air menggenang hingga 2 meter lebih.”Sejak terjadi banjir sampai hari ini, belum ada bantuan dari pemerintah,”tuturnya.Sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) di kampung Sumpingan Kadipiro belum mendapat bantuan dari Pemkot Solo. Pengurus PKK RT 01/ RW 01 Asih mengaku sebagian warga sempat mendapat bantuan nasi bungkus dari PMI. Selain nasi bungkus, PMI cabang Solo juga mengirimkan tim medis ke kampung tersebut.

Rekomendasi