Sebagian wilayah Solo terendam banjir, Wali Kota minta warga waspada

Rudy juga menyiapkan berbagai antisipasi baik dapur umum maupun tenda pengungsian.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Sebagian wilayah Solo terendam banjir, Wali Kota minta warga waspada
banjir. ©2015 Merdeka.com

Banjir yang di Kota Solo hingga Kamis pagi masih merendam sejumlah wilayah. Antara lain di RT 7 dan RW 8 Banyuanyar, Gulon, Praon, Putat, Kampungsewu dan sejumlah wilayah lainnya. Ratusan warga hingga pagi ini masih mengungsi di tempat-tempat yang lebih tinggi."Masih ada beberapa wilayah yang masih terendam, di Gulon, Putat, Praon dan Banyuanyar ada 3 RT. Ini saya masih mantau warga yang bersih-bersih," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada merdeka.com, Kamis (23/4).Wali kota menambahkan, pihaknya hingga pagi ini masih melakukan pengecekan di lapangan. Dia juga menyiapkan berbagai antisipasi baik dapur umum maupun tenda pengungsian. Dia juga meminta warga khususnya di sekitar Kali Pepe untuk terus waspada jika terjadi hujan lebat. Menurutnya meluapnya kali tersebut akibat hujan lebat yang terjadi di Lereng Merapi sisi timur.Namun meskipun kecenderungan luapan air semakin turun, akan tetapi Rudy meminta warga tetap waspada. Sebab sejumlah anak sungai Bengawan Solo yang semalam meluap menyebabkan muka air sungai terpanjang di Jawa tersebut naik."Pagi ini giliran Bengawan Solo yang meluap karena kiriman air dari anak-anak sungai di Klaten," ujar Rudyatmo, saat ditemui merdeka.com.Luapan air di Bengawan Solo, kata dia, merupakan kiriman dari anak-anak sungai di Klaten. Air bah tersebut mulai masuk badan Bengawan Solo dini hari tadi. Hingga saat ini pihaknya terus melakukan pantauan dan antisipasi kemungkinan luapan semakin tinggi. Menurutnya sejumlah wilayah yang sudah terendam luapan bengawan antara lain Kelurahan Sewu dan Pucangsawit."Rumah saya sudah terancam ini. Pak Gubernur hari ini juga akan melakukan peninjauan lokasi dan korban banjir di Solo," katanya.Rudyatmo menambahkan pagi ini dia juga telah menginstruksikan petugas untuk melakukan pembersihan jalan-jalan yang berserak sampah dan perabotan yang terhanyut. Pembersihan dilakukan dengan penyemprotan dengan mobil tangki PDAM maupun pemadam kebakaran.Sementara itu Humas PMI Solo, Sumartono Hadinoto menambahkan, pihaknya telah mendirikan dapur umum sejak semalam. Dapur umum tersebut dimaksudkan untuk menyediakan kebutuhan makan bagi para pengungsi. Selain itu, pagi ini pihaknya juga menyiapkan nasi untuk dibagikan ke pengungsi."Kami ini telah menyiapkan 1000 nasi siap saji dan tenaga medis dengan ambulans untuk keliling ke lokasi banjir," terangnya.Data dari PMI menyebutkan, banjir tidak hanya terjadi di Kota Solo. Banjir akibat luapan sungai tersebut juga terjadi di Kecamatan Banyudono, Sambi, dan Ngemplak Boyolali. Di Sukoharjo banjir setinggi 50-150 cm menggenangi Kecamatan Kartosuro dan Kecamatan Grogol sehingga 700 KK mengungsi.

Rekomendasi