Ini pengakuan petinju yang pukul satpam KRL sampai KO

Teguran yang disampaikan korban membuat pelaku malu dan kesal. Seperti apa kata-katanya?

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Ini pengakuan petinju yang pukul satpam KRL sampai KO
Fajar Arif. ©2015 merdeka.com/ronald chaniago

Pelaku pemukulan satpam di Stasiun Pondok Jati, Fajar Arif (41), mengaku kesal dengan sikap Muhammad Iqbal yang menegurnya karena merokok. Saat memberikan teguran, kata-kata yang disampaikan Iqbal membuat Fajar kesal hingga memberikan bogem mentah ke arah satpam tersebut.Dari pengakuan Fajar, sebelum kedatangan Iqbal, dia sempat ditegur satpam lainnya, yakni Sofyan. Saat itu, Sofyan memintanya untuk mematikan rokok, bahkan keduanya sempat tertawa bersama. Di stasiun tersebut, Fajar sedang bersama istri, adik ipar dan keponakannya."Saya merokok, ada petugas yang satu namanya Pak Sofyan tegur saya. Terus saya sambil bercanda saya bilang ini ruangan terbuka ini, satpam dan saya masih ketawa-tawa mas," aku Fajar saat ditemui merdeka.com, Selasa (21/4).Tak lama, Iqbal mendatanginya dan memintanya untuk segera mematikan rokok di tangannya. Teguran itu sempat ditanggapinya dengan santai sembari setengah bercanda. Namun, respon yang didapatnya malah berbeda."Kalau bapak tidak tahu aturan keluar aja," ujar Iqbal seperti ditirukan ucapan Fajar. "Saya sudah matiin, saya sudah beli tiket. Terus ada tulisan dilarang merokok, kalau di sana kagak ada tuh Pak tulisannya, itu udah mati rokok," ungkap Fajar yang mengaku mengatakannya sembari bercanda."Apa kamu ini, kalau tidak mau diatur di rumah aja, pulang kamu," gertak Iqbal pada Fajar.Teguran itu ternyata membuatnya malu, apalagi dilihat penumpang lain yang sedang menunggu kereta. Istrinya juga ikut membela dengan menyatakan rokok yang dipegang Fajar sudah dimatikan."Saya berdiri, karena posisinya dekat dengan Pak Iqbal kesenggol tangannya sama badan saya, saya didorong. Lalu saya spontan, kalau kagak kedorong saya enggak begini," elaknya.Fajar mengaku menyesali perbuatannya tersebut. Sebelum kejadian, dia pernah beberapa kali merokok, namun tak pernah ditegur meski ada satpam yang berdiri di dekatnya."Terakhir saya naik kereta ada sebulan yang lalu, saya masih merokok dan di situ ada security enggak negur saya. Saya sudah berumur, anak saya perempuan semua. Nanti warga tahu semua. Istri saya juga lagi ke keluarga korban," ujarnya sedih.Usai meninju satpam tersebut, Fajar mengaku tidak berusaha kabur. Dia hanya mencoba menghindar karena ada beberapa orang yang meneriakinya maling."Saya loncat ke peron, karena banyak security. Saya bukan menghindar kabur, tapi menghindar keroyokan karena ada yang teriaki saya maling lah."

Rekomendasi