Kesan Angkutan Kota (Angkot) yang sering mogok, bamper mengelupas dan karatan, tidak akan ditemukan di mobil angkutan milik Haji Muhammad Faqih. Angkot bernomor polisi N 623 UA dengan aneka fasilitasnya, begitu istimewa dibanding angkutan lain pada umumnya.Angkot yang sehari-hari beroperasi untuk jalur MT yakni Mulyorejo-Tlogoweru Kota Malang ini, juga dilengkapi GPS (Global Positioning System) yang bisa memberikan informasi pada penumpang. Sebuah layar berukukuran 5 inchi terpajang di dasboard mobil.Penumpang akan dimanjakan dengan informasi yang menunjukkan lokasi yang akan dituju berikut posisi angkot saat itu. Fasilitas tersebut akan memudahkan penumpang yang baru sekali melewati jalan tersebut atau sedang mencari alamat tertentu."Biasanya ada penumpang dari luar kota yang baru sekali ke Malang, naik MT nanya Jalan Muharto itu mana? Cukup trace dari gambar di layar," kata Faqih tersenyum ringan saat ditemui di GOR Ken Arok Malang, Senin (19/4).Tidak hanya GPS, angkot Faqih juga dilengkapi dengan sound system yang menggelegar. Dia memasang sebuah subwover berikut dengan lima speaker. Lebih istimewa lagi, ada layar televisi berukuran 32 inci yang tertempel di kaca belakang.Televisi tersebut dipasang secara seri dengan layar 10 inci yang dipasang menggantung antara kursi penumpang dan kursi kemudi. Semakin indah kalau berjalan malam hari, karena aneka lampu ikut menyala.Faqih mengaku mengeluarkan uang sekitar Rp 15 Juta untuk modifikasi angkot milik juragannya. Karena memang hobinya modifikasi, tidak peduli dengan uang yang sudah dikeluarkan. Kendati angkut itu bukan miliknya, angkot setoran. "Pesan pemiliknya, pokoknya dirawat dan setorannya utuh," katanya tertawa.Selama beroperasi Fakih memutar aneka lagu-lagu dangdut dan campursari, tetapi juga membebaskan request dari penumpangnya. Kalau yang naik anak-anak SMP dan SMA kerap juga request lagu-lagu baru."Pokoknya free mas request apa saja dilayani. Mau Monata (group dangdut) atau Sagita ada semua. Cuma anak-anak sekolah kadang request lagu aneh-aneh kadang saya nggak tahu," katanya.Namun demikian, menurut Faqih, tidak semua penumpang menyukai fasilitas di mobil angkutannya. Ada yang suka dan tidak suka. Ada penumpang yang memanfaatkan untuk selfie, tetapi juga ada yang menganggap musiknya terlalu keras."Seneng ada yang nggak seneng juga ada. Seleranya bermacam-macam tiap orang. Padahal kalau misalkan terlalu keras bisa langsung ngomong," katanya.Karena fasilitas yang dipasang, Faqih juga mengaku kerap menghadapi persoalan. Dua terpaksa harus menolak penumpang yang membawa terlalu banyak barang. Dia khawatir perabotnya akan rusak karena barang-barang bawaan penumpang. "Kalau yang dari pasar membawa keranjang biasa ditolak, tapi secara halus, 'Bu naik yang belakang saja nggih," katanya.Persoalan yang dihadapi Faqih urusan jalan raya. Desain angkotnya ceper yang berjarak hanya beberapa centimeter dari permukaan tanah membuatnya harus menghindari polisi tidur."Kalau terima carteran agak takut, biasanya mencari jalurnya yang minim polisi tidur, karena di mana-mana banyak polisi tidur," katanya.Mitha, salah satu penumpang, mengaku menyukai desain angkot bertuliskan sexy itu. Sekali menaiki, dia memanfaatkan untuk foto selfie."Tarifnya tetap sama seperti yang lain Rp 4000, lebih bersih dan harum," ungkapnya.
Dilengkapi GPS & full musik, angkot Haji Faqih jadi idola penumpang
Meskipun dilengkapi beberapa fasilitas namun untuk tarif masih sama yakni Rp. 4000.
Advertisement
Rekomendasi