Pesawat Batik Air dengan rute Ambon-Jakarta diancam bom. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Pilot Luther.Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), JA Barata membenarkan hal tersebut. Saat ini, pesawat tengah diperiksa oleh tim Gegana Polda Sulselbar."Iya benar, posisi saat ini sedang ditangani oleh tim Gegana," katanya kepada merdeka.com, Jumat (17/4).Menurutnya, pesawat Batik Air itu berjenis Airbus 320. Akibat ancaman bom tersebut, pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.Namun demikian, dia belum bisa memberi informasi lebih lanjut karena masih menelusuri informasi lanjutan."Nanti saya hubungi setelah mendapat informasi lengkapnya ya," katanya.Informasi yang didapat merdeka.com, pesawat mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 07.20 WIT.Ancaman bom terjadi saat pesawat sudah terbang menuju Jakarta. Kemudian, Kapten Pilot mendapat informasi dari Tower Ambon yang mendapat sms dari orang tak di kenal bahwa ada bom di dalam pesawat tersebut. Pilot lantas memutuskan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
122 Orang plus 6 orang crew pesawat dan ekstra crew 3 orang telah berhasil dievakuasi ke ruang tunggu bandara dengan pengawalan sekuriti Angkasa Pura.