Pemerintah Kota Tangerang mengakui sedikitnya ada lima sekolah yang terlibat dalam aksi tawuran yang terjadi pada Senin (6/4), yang akhirnya menewaskan seorang pelajar SMK PGRI 2, Cikokol, Kota Tangerang. Hal itu dikatakan Dadi Budaeri, Sekretaris Daerah Kota Tangerang yang mengaku sepenuhnya kasus tersebut saat ini tengah diselidiki pihak kepolisian."Berdasarkan informasi di lapangan, tawuran itu melibatkan lima sekolah berbeda dengan empat di antaranya bergabung dan melawan satu sekolah. Ke lima sekolah tersebut yakni SMKN 4, SMKN 2, SMK Yuppentek 1 serta SMK PGRI 2 Tangerang dan SMK Voctech," ujar Dadi, Selasa (7/4).Pemerintah Daerah, kata Dadi, telah mengumpulkan kepala sekolah tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah."Pada hari ini, telah dikumpulkan kepala sekolah yang siswanya terlibat tawuran kemarin," katanya.Dalam pertemuan tersebut, telah dibahas upaya untuk mengatasi tawuran pelajar agar tidak terulang lagi. Karena kasus tawuran pelajar di kota tangerang telah menurun selama dua tahun terakhir tetapi sekarang terulang lagi."Kita akan tingkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas siswa setelah pulang sekolah agar tidak terulang lagi," papar Dadi.Diketahui sebelumnya, tawuran antar pelajar sekolah di Kota Tangerang telah menewaskan salah satu siswa dari SMK PGRI 2 Kota Tangerang, Ahmad Arifin (17). Peristiwa itu mendapat perhatian dari Pakar Pendidikan Indonesia Arief Rachman Hakim.Dia mendesak agar Pemerintah Kota Tangerang melalui dinas terkait segera mencopot jabatan kepala sekolah dari siswa yang bertikai itu. "Kita harus super ketat, ini negara kemanusiaan yang beradab bukan kemanusiaan yang biadab. Copot kepala sekolahnya," tegas Arief.Hal ini karena, sekolah memiliki peran dalam pembentukan karakter siswa. Untuk menghindari tawuran sekolah, kata dia, seharusnya proses pendidikan di sekolah tersebut diperbaiki. Dia menambahkan, perbaikan tersebut bisa dimulai dengan menambah kegiatan lain di luar aktivitas belajar mengajar."Pelajar SMA atau SMK itu tengah memiliki energi lebih. Sekolah seharunya mengadakan kegiatan olahraga atau kesenian sebagai penyalur energi bagi siswa. Supaya nggak nongkrong," papar Arief.
Siswa 5 sekolah di Tangerang terlibat tawuran yang tewaskan Arifin
Pakar Pendidikan Indonesia Arief Rachman Hakim meminta kepala sekolah dipecat karena siswanya terlibat tawuran.
Rekomendasi