Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mendesak Menkominfo Rudiantara tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk memblokir situs online yang diduga menyebarkan paham radikal. Menurutnya masih ada situs yang lebih berbahaya daripada 22 situs yang direkomendasikan untuk diblokir. "Menerima laporan dari mana pun Menkominfo harus lakukan verifikasi. Jangan-jangan yang diblokir tidak semengerikan situs lain. Menkominfo lebih cermat, jangan sampai Islamophobia," kata Hanafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3). Hanafi Rais menyatakan DPR bakal segera memanggil Menkominfo Rudiantara. Hal itu agar ada penjelasan terkait alasan pemblokiran media Islam itu."Dalam satu, dua Minggu akan undang rapat," terang dia.lebih jauh, putra Amien Rais itu juga menuding langkah pemerintah memblokir 22 situs Islam itu sebagai upaya pengalihan isu. Apalagi pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak."Bisa jadi (pengalihan isu) Ini masalah sumir yang selalu dianggap ancaman terorisme. Padahal masalahnya abu-abu dan dipantau DPR," pungkas dia.Diketahui, berdasarkan informasi yang didapatkan merdeka.com, baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja merekomendasikan 22 website yang harus diblokir oleh Internet Service Provider (ISP).
Hanafi Rais tuding pemerintah blokir situs Islam buat pengalihan isu
"Jangan-jangan yang diblokir tidak semengerikan situs lain. Menkominfo lebih cermat, jangan sampai Islamophobia"
Rekomendasi