Di zaman internet, kenapa orang masih percaya isu 'Kakek Sarung'?

Disebutkan ada kakek keliling kota menawarkan sarungnya, Namun kabarnya kain sarung itu kafan yang menyebar maut.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Di zaman internet, kenapa orang masih percaya isu 'Kakek Sarung'?
Mistis. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Beberapa hari belakangan beredar isu Kakek Sarung di Medan sekitarnya. Pesan itu beredar melalui blackberry messenger dan whatsapp. Isinya ada seorang kakek keliling kota menjajakan sarung. Jika tak dibeli, kakek itu akan menangis seperti bayi. Namun jika dibeli dan disentuh, orang yang menyentuhnya akan mati. Karena kain sarung itu sebenarnya kain kafan.Walau isu ini sulit dipercaya, anehnya banyak saja yang percaya. Warga Medan sampai takut jika menemukan kakek bersarung karena isu ini.Kenapa masyarakat Indonesia masih percaya saja dengan isu-isu semacam ini? Padahal zaman sudah canggih. Tapi isu berbau mistis selalu membuat orang percaya.Sosilog Musni Umar menilai ada paradoks dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di satu sisi, mereka ingin modern dan sangat mengikuti kemajuan teknologi. Namun di sisi lain, ada sisi tradisional yang tak bisa hilang."Ciri masyarakat kita menghadapi perubahan tradisional ke modern. Gadgetnya modern, produk teknologi maju, tapi perilakunya masih masyarakat tradisional," kata Musni Umar saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (15/3).Kepercayaan mistis ini sangat melekat dalam kehidupan masyarakat. Sudah beratus-ratus tahun mereka hidup dengan kepercayaan seperti itu. Hal ini yang tak bisa hilang begitu saja walau sudah zaman internet.Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini menilai isu-isu seperti Kakek Sarung dan sebagainya hanya dilakukan orang iseng. Kadang pesan berantai juga disebar dengan motif ekonomi untuk menipu dan mempengaruhi masyarakat."Pertama kita mendengar berita dan informasi, cek dan ricek selalu. Jangan langsung mempercayai," kata Musni.Yang lebih penting, lihat dulu apa isi pesan berantai itu. Jika tak masuk akal atau mistis, ceklah dengan pengetahuan agama. Mungkinkah peristiwa seperti Kakek Sarung itu terjadi dalam ajaran agama. Jika tidak jangan percaya."Harus hati-hati ini penting agar tidak tertipu. Jangan pernah di kehidupan kita mendapatkan manfaat apa pun dari menipu," kata Musni.

Rekomendasi