HRWG: Pemerintah gagal, yang dieksekusi mati hanya kurir narkoba

Hukuman mati terbukti tidak membuat efek jera bagi pengedar narkoba.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
HRWG: Pemerintah gagal, yang dieksekusi mati hanya kurir narkoba
Ilustrasi Hukuman Mati. ©2015 Merdeka.com

Pemerintah dinilai telah gagal memberi efek jera terhadap pengedar narkoba. Kebanyakan yang dihukum mati adalah para kurir, bukan bandar. "Pemerintah telah gagal sebetulnya untuk memberantas peredaran narkoba. Siapa orang-orang di balik itu. Kebanyakan dari yang dieksekusi adalah kurir. Padahal mereka bisa jadi justice collaborator. Untuk membongkar jaringan secara menyeluruh. Tapi ternyata tidak dan tidak ada efek jeranya dari hukuman mati," kata Wakil Direktur Eksekutif HRWG (Human Rights Working Group) Muhammad Choirul Anam (HRWG) dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (9/3).Anam menilai hukuman mati tidak terbukti membuat jera para pengedar. "Hukuman seumur hidup adalah hukuman yang paling bisa membuat jera, tapi benar-benar seumur hidup. Bukan ke salon, shopping atau ke mana-mana, harus konsisten hukumannya sumur hidup," tegasnya.Sementara Direktul Imparsial Poenky Indarti menilai pemerintah telah membuang-buang biaya untuk melakukan eksekusi mati."Satu narapidana untuk eksekusi hukuman mati itu menelan biaya yang mencapai Rp 300 juta. Bayangkan ada beberapa orang yang akan dieksekusi tahun ini." cetusnya.

Rekomendasi