Sudah punya cucu, Nur PSK Blok G masih jajakan diri

Meski usianya tak muda lagi, Nur masih melayani banyak tamu dalam semalam.

Rahmat Hidayat
Oleh Rahmat Hidayat - Reporter
Sudah punya cucu, Nur PSK Blok G masih jajakan diri
Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Usia Nur (59) sudah tak muda lagi. Dia tetap eksis menjajakan diri di Blok G Tanah Abang Jakarta. Dia merupakan salah satu PSK yang sudah cukup senior di lokasi Bongkaran, Tanah Abang.Sambil menunggu pelanggan, Nur duduk di sebuah lorong bangunan lokalisasi prostitusi. Bangunan yang memang disediakan khusus untuk berkamar pelanggan-pelanggan PSK di sana. Lorong di mana Nur mangkal adalah gang sempit yang menghubungkan Bongkaran ke Jalan Jembatan Tinggi di belakang gedung Blok G pasar Tanah Abang.Dari kerut-kerut di wajahnya bisa dibilang Nur ini sudah nenek-nenek. Riasan menor dan bedak tebal di wajahnya tidak mampu menutupi paras tuanya. Mungkin dia sengaja memilih tempat mangkal di lorong cahayanya remang-remang untuk menutupi kerut di wajahnya. Berdasarkan pengakuannya, Nur sudah sepuluh tahun lebih jadi PSK."Saya mangkal di dalam saja. Nggak banyak sih yang datang. Maklum sudah gak seger lagi,” ucapnya sambil tertawa kecil, Selasa (24/2).Nur sebenarnya sudah menikah tapi suaminya pergi tak ada kabar. Dia juga sempat berhenti dari pekerjaan kotornya. Tapi karena kebutuhan hidup akhirnya dia mangkal lagi. Seorang buah hati sudah dia lahirkan dari rahimnya. Anak perempuan semata wayang hasil pembuahan bersama suaminya menghilang entah kemana."Anak saya sudah nikah, sudah punya anak satu. Sekarang tinggal sama suaminya di Sukabumi,” tuturnya sambil menyalakan rokok.Berbeda denga PSK lainnya di sekitar Bongkaran, Nur bisa memberikan servis yang lebih. PSK lainnya biasanya hanya melayani short time, tidak per jam-an. Dengan tarif Rp 100 – Rp 200 ribu untuk sekali main saja. Sedangkan dengan Nur, tarif sebesar itu bisa untuk satu jam bahkan lebih. Meski sudah tidak muda lagi, Nur tidak khawatir dengan para pesaingnya lebih cantik.“Saya tuh yang penting ramah, baik sama tamu. Cukuplah, satu dua orang kadang minta ditemenin minum,” kata Nur.Mengenai razia, Nur mengungkapkan kalau lokasi tempat dia mangkal selalu aman. Nur mengatakan sudah sering menyetorkan uang keamanan kalau ada polisi yang datang. “Ah, biasa razia sih. Kalau ada aparat kita selipin amplop sudah aman,” ungkap Nur yang kemudian minta ditraktir rokok dan minum.

Rekomendasi