Tulis buku ngeseks saat pacaran wajar, penulis enggan komentar lagi

Sebelumnya, Toge Aprilianto, sang penulis, sudah meminta maaf lewat akun Facebook-nya.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Tulis buku ngeseks saat pacaran wajar, penulis enggan komentar lagi
Saatnya Aku Belajar Pacaran. ©repro buku Saatnya Aku Belajar Pacaran

Buku berjudul 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' karya Toge Aprilianto menuai banyak kritik karena menyebut ngeseks saat pacaran adalah hal yang wajar. Sayangnya, pria yang kabarnya pernah mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu enggan menanggapi kritik atas karya tulisnya itu."Saya tak mau komentar soal buku itu," elak Toge singkat saat dihubungi wartawan di Surabaya via telepon selulernya, Rabu (4/2).Meski dicecar berbagai pertanyaan, termasuk apakah saat menulis buku dia sudah memikirkan dampaknya, Toge tetap bergeming dan tak mau berkomentar.Diberitakan sebelumnya, buku karya Toge yang dicetak di Percetakan Brilian Internasional, Griya Candra Mas, Kecamatan Sedati, Sidoarjo pada 2010 itu mendapat kecaman di media sosial Twitter.Salah satu yang menentang penerbitan dan penjualan buku tersebut adalah anggota DPD asal DKI Jakarta Fahira Idris."Bila ada informasi HP, Alamat, Email Sdr. TOGE & Penerbit Brilian Internasional tolong mention @fahiraidris /kirim SMS/ Email di bio saya," tulis Fahira melalui akun Twitter pribadinya.Dari penelusuran merdeka.com, Rabu (4/2), sang pengarang Toge Aprilianto menuliskan, wajar jika seorang lelaki atau perempuan mengajak pasangannya berhubungan seks. Menurutnya, hal itu merupakan hal yang alamiah."Sebetulnya, wajar kok kalo pacar kamu ngajak ML. Wajar juga kalo kamu ngajak pacarmu ML. Hal itu kan alamiah-naluriah. Jadi, itu justru pertanda kalo kamu dan/atau pacarmu masih punya energi buat terlibat dalam proses reproduksi, yang memang sewajarnya dimiliki oleh mahluk hidup.""Jadi, kalo pacarmu ngajak ML, kamu boleh aja nurutin maunya dia, kalo kamu sanggup. Artinya, kamu mau nglakuin itu n kamu juga siap ngadepin akibatnya, lebih baik ga kamu lakuin daripada kalopun dilakuin akhirnya jadi ga asik gara-gara pikiranmu n perasaanmu ga kompak."Seperti diberitakan, Toge Aprilianto, penulis bergelar Magister Psikologi (M.Psi) itu akhirnya minta maaf atas pendapatnya yang bertentangan dengan mayoritas ajaran agama di Indonesia."Bersama ini, saya, Toge Aprilianto, sepenuh hati memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku saatnya aku belajar pacaran, yang sebagian isinya ternyata melanggar nilai-nilai agama," kata Toge lewat akun Facebook-nya beberapa jam lalu, Rabu (4/2).Dia juga berjanji, tidak akan lagi menjual buku itu. "Dan saya bersedia mengembalikan uang pembelian buku itu, bila ada teman yang telanjur beli dan ingin mengembalikan buku itu kepada saya," ujar dia."Saya sungguh berharap Masyarakat Indonesia yang budiman berkenan memaafkan kelalaian saya atas terbitnya buku tersebut. Selanjutnya saya akan berusaha lebih waspada terhadap apa yang mungkin terjadi sebagai akibat dari apa yang saya lakukan," ujar dia.

Rekomendasi