Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku khawatir bila semua pimpinan tersisa saat ini, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, Bambang Widjojanto, dan Zulkarnain menjadi tersangka. Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Prabowo mendesak Presiden Joko Widodo menunjukkan tajinya bila seluruh pimpinan KPK saat ini dililit perkara hukum.Sampai saat ini, baru satu pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Bambang Widjojanto yang disangka mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.Sedangkan nasib Samad kabarnya berada di ujung tanduk. Menurut informasi, tak lama lagi dia bakal bernasib sama seperti Bambang. Sedangkan Adnan dan Zulkarnain masih berstatus terlapor.Johan mengatakan, bila seluruh pimpinan KPK menjadi tersangka maka praktis mereka harus berhenti sementara menunggu proses hukum selesai. Akibatnya adalah KPK tidak mengalami kekosongan kepemimpinan."Saya kira ini saatnya Presiden Jokowi turun tangan. Pada saatnya kami akan melakukan sesuatu yang signifikan. Hanya presiden yang bisa menyelesaikan masalah ini karena kalau semua tersangka, KPK tidak bisa jalan organisasinya karena di Undang-Undang itu yang bisa me-running organisasi adalah pimpinan KPK," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/1).Johan meminta Jokowi membentuk tim khusus buat memilih pelaksana tugas menggantikan pimpinan yang terlilit perkara hukum. Hal itu seperti dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, dituduh dijanjikan menerima suap."Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Pak Jokowi," sambung Johan.
KPK: Saatnya Presiden Jokowi turun tangan
Setelah Bambang Widjojanto, pimpinan KPK lainnya juga tengah dipersoalkan.
Rekomendasi