Ketua KPK Abraham Samad dikenal dengan sosok yang meledak-ledak dan pemberani jika bicara soal korupsi. Terbukti, tidak sedikit petinggi negara dan partai politik yang dijadikan tersangka oleh KPK.Sebut saja, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang digarap oleh KPK tanpa menghiraukan dampak politik di Tanah Air. Betapa tidak, Anas adalah ketua umum partai penguasa yang kala itu menjadi salah satu kandidat calon presiden dari tokoh muda.Berikutnya mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo juga tak luput dari bidikan KPK pimpinan Abraham Samad. Karena kasus ini, bahkan dua institusi penegak hukum, KPK dan Polri sempat memanas. Sampai-sampai Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan untuk menengahi perselisihan antara Trunojoyo dan Kuningan.Sedikitnya ada tiga menteri di era kepemimpinan Abraham Samad dijadikan tersangka. Mereka adalah Andi Mallarangeng, Suryadharma Ali dan Jero Wacik. Ketiga tokoh politik ini pun selesai karir politiknya.Kasus terakhir yang menggemparkan adalah ketika KPK tiba-tiba menetapkan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka gratifikasi. Bukan soal siapa, tapi penetapan tersangka dilakukan KPK sehari sebelum mantan ajudan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri ini menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon tunggal Kapolri.Lembaga antirasuah ini pun kembali menjadi pergunjingan di Tanah Air. Pro kontra bergulir, ada yang mendukung KPK, tidak sedikit pula yang mengecam dan menilai penetapan tersangka Budi Gunawan bermuatan politis.Hubungan antara jenderal Polri dan KPK pun kembali tersulut. Sehari pasca Abraham mengumumkan penetapan tersangka Budi Gunawan, muncul foto syur mirip Abraham Samad dan Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira.Isu miring tentang dugaan perselingkuhan ini pun sedikitnya banyak berdampak pada citra Abraham Samad. Padahal dahulu, Abraham pernah mengatakan, bahwa selingkuh tak lain sama saja seperti perbuatan korupsi."Itu melanggar, itu pelanggaran berat kalau di KPK sama dengan menerima suap," kata Abraham Samad pada 19 September 2012 seperti diberitakan Antaranews. Pernyataan ini menanggapi soal kasus perselingkuhan yang terjadi di internal KPK.
Advertisement
Saat itu Abraham memecat pegawainya berinisial MNHS yang berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena selingkuh, bukan karena suap."Yang jelas, yang bersangkutan telah dipulangkan terkait pelanggaran etik, bukan masalah penyuapan tapi melakukan hubungan seperti semacam perselingkuhan," ujar Abraham.Abraham mengatakan, berdasarkan kode etik KPK semua pegawai dan pejabat KPK tidak diperbolehkan melakukan perselingkuhan. "Kode etik tersebut berlaku untuk semua pejabat dan pegawai KPK. Itu kan pelanggaran etika. Tidak boleh seorang pegawai KPK itu melakukan selingkuh. Dia melakukan perselingkuhan dan itu kuat sekali datanya," tambah Abraham kala itu.Kini giliran orang nomor satu di KPK ini yang terkena isu miring. Belum dapat dipastikan apakah foto yang beredar di publik itu benar fotonya dengan Elvira. Belum diketahui juga siapa yang menyebar foto tersebut.Namun jika dilihat ke belakang, antara Abraham dan Elvira ternyata pernah saling menjalin kerja sama.Sebelum foto mesranya bersama Abraham Samad beredar, Elvira sudah sering menghadiri beberapa kegiatan yang diadakan KPK. Salah satunya, saat acara peluncuran slogan kampanye 'Pilih Yang Jujur' di Gedung KPK, Jakarta, pada 6 Maret 2014 lalu. Elvira hadir sebagai Putri Indonesia yang memang punya kerja sama kerja dengan KPK tentang pemberantasan korupsi.Abraham sendiri membantah foto tersebut adalah benar dirinya. Menurut dia, foto itu dibuat sengaja untuk menjatuhkan dan mengkriminalisasi dirinya yang saat ini sedang menangani kasus Budi Gunawan."Ini gosip yang sengaja disebarkan untuk menghancurkan diri saya dan mengkriminalisasi saya," kata Abraham.