Memasuki hari ke-18 pasca-tragedi AirAsia QZ8501, Posko Crisis Center Polda Jawa Timur kedatangan tamu dua delegasi dari kepolisian internasional (Interpol), Rabu (14/1). Mereka ingin meneliti dan belajar sistem identifikasi jenazah yang diterapkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia.Keduanya langsung menemui Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf dan menggelar pertemuan khusus. Dalam pertemuan itu, mereka juga meminta izin melakukan survei atas kegiatan Tim DVI, yang melakukan proses identifikasi dan autopsi jenazah korban AirAsia QZ8501.Selanjutnya, didampingi Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol Budiyono, keduanya menemui keluarga korban di Posko Antemortem. Setelah itu, mereka menuju Posko Postmortem yang terletak di RS Bhayangkara, tepatnya di sisi selatan Mapolda Jawa Timur.Salah satu delegasi Interpol Simon Djidrovski, mengatakan pihaknya datang ke Surabaya hanya sekadar menyuport Tim DVI yang saat ini masih menjalankan aktivitas identifikasinya terhadap jenazah-jenazah korban AirAsia. "Kami datang cuma sekadar memberi semangat kepada tim yang melakukan proses identifikasi ini," ujarnya kepada wartawan.Dia juga mengaku, kedatangannya untuk mempelajari sistem identifikasi yang diterapkan Tim DVI di Indonesia. Selama ini, Tim DVI dinilai cukup andal mengungkap identitas jenazah dalam kondisi sudah rusak dan sulit dikenali."Kami juga ingin tahu apakah di Indonesia juga menerapkan sistem identifikasi standar international atau tidak. Sejauh ini, hasil kinerja mereka cukup baik, apalagi ada tim dari luar negeri yang juga ikut membantu," tuturnya.Menurut Simon, pekerjaan tim DVI itu bukan pekerjaan sulit, karena harus mengungkap identitas tiap jenazah seakurat mungkin. Tapi cukup sulit jika kondisi jenazah sudah tidak seperti yang diharapkan alias sudah membusuk."Jadi itu (kondisi rusak) yang cukup menyulitkan. Dengan begitu identifikasi tidak mungkin bisa dilakukan semuanya atau bisa ketemu semuanya," ujarnya.Sementara itu, hingga di hari ke-18 ini, baru 48 jenazah korban AirAsia yang ditemukan dan sudah dikirim ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Dari total jenazah itu, 36 diantaranya sudah teridentifikasi, sedang 12 sisanya masih menunggu proses rekonsiliasi guna menentukan kepastian identitasnya.
2 Interpol belajar sistem identifikasi jenazah ke Polda Jatim
"Kami datang cuma sekadar memberi semangat kepada tim yang melakukan proses identifikasi ini," ujar Simon.
Rekomendasi