TNI Angkatan Laut dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengirim tim penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), dengan membawa alat untuk mengangkat badan pesawat AirAsia QZ8501 dari dasar laut."Tim penyelam tersebut terbagi dalam dua pemberangkatan," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (9/1).Tim pertama, kata dia, berjumlah delapan orang yang dipimpin Kapten Laut (P) Saiful Apriyanto yang diberangkatkan dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, menggunakan pesawat CN235 milik TNI Angkatan Laut.Tim tersebut, lanjut Maman, membawa peralatan yang mampu mengangkat badan pesawat dari dasar laut. Alat yang bernama 'lifting bag' tersebut mampu mengangkat badan pesawat dengan berat lebih dari 110 ton, dengan rincian 'lifting bag' 35 ton dua buah, 10 ton tiga buah, lima ton dua buah, dua ton satu buah dan 500 kg empat buah, serta beberapa pengikat, segel dan beberapa perlengkapan lainnya.Sedangkan peralatan lainnya diberangkatkan dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, menggunakan KRI Ahmad Yani-351 yang dikomandani Letkol Laut (P) Muhamad Riza.Peralatan yang dibawa KRI Ahmad Yani-351 di antaranya kompresor tekanan tinggi yang berfungsi untuk mengisi tabung selam sebanyak dua unit, MK-27 untuk penyelaman dalam, sebanyak dua unit, kompresor tekanan rendah untuk mengisi 'lifting bag' dalam proses pengapungan sebanyak satu unit, air bank dan perlengkapan selam lainnya.Tim penyelam yang diberangkat dengan KRI Ahmad Yani-351 berjumlah tujuh orang, dan memerlukan waktu sekitar 19 jam untuk sampai ke Pangkalan Bun.
TNI AL kirim tim penyelam dan alat untuk angkat ekor AirAsia
Alat yang bernama 'lifting bag' tersebut mampu mengangkat badan pesawat dengan berat lebih dari 110 ton.
Advertisement
Rekomendasi