Sebanyak 353 penumpang yang berasal dari stasiun di wilayah Daerah Operasi 5 Purwokerto, ketinggalan naik kereta api selama musim angkutan libur Natal dan Tahun Baru. Data tersebut diungkapkan Manajer Corporate Communication PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono.Dia mengemukakan, selama 13 hari pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru, mulai 20 Desember 2014 hingga 1 Januari 2015, rata-rata ada 20 orang calon penumpang yang sudah membeli tiket tapi ketinggalan naik kereta api."Calon penumpang yang ketinggalan paling banyak adalah KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Jakarta sebanyak 40 penumpang. Kemudian, calon penumpang KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember sebanyak 30 orang," jelasnya, Jumat (2/1).Dari jumlah tersebut, lanjutnya, kebanyakan penumpang berasal dari Stasiun Purwokerto sebanyak 270 orang. Surono mengemukakan, kondisi ini sebenarnya tak perlu terjadi jika penumpang mau mencermati tiketnya."Mestinya penumpang datang ke stasiun juga tidak mepet waktunya dengan jam keberangkatan kereta api," ucapnya.Selain penumpang yang ketinggalan kereta api, Surono menjelaskan sampai hari ke-13 angkutan Natal dan Tahun Baru, di stasiun-stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto ditemukan 17 penumpang yang namanya tidak sesuai dengan kartu identitas, serta 26 penumpang yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas asli."Jumlah terbanyak calon penumpang yang namanya tidak sesuai dengan kartu identitas terjaring di Stasiun Gombong sebanyak delapan orang dan stasiun Purwokerto tujuh orang. Sementara calon penumpang yang tidak bisa menunjukkan ID aslinya paling banyak ditemukan di Stasiun Kebumen enam orang dan stasiun Kroya lima orang," paparnya.Dengan adanya temuan ini, pihaknya konsisten dan bertindak tegas untuk menerapkan aturan yang berlaku dengan menolak calon penumpang tersebut masuk peron dan tiketnya dinyatakan hangus."Kami akan konsisten dan tegas menerapkan aturan boarding, penumpang wajib menunjukkan kartu identitas asli yang masih berlaku," tegasnya.
Natal & Tahun Baru, 353 orang di Purwokerto ketinggalan kereta
Kondisi ini sebenarnya tak perlu terjadi jika penumpang mau mencermati tiketnya.
Rekomendasi