Kisah pesta Tahun Baru berubah jadi doa bersama demi AirAsia

Sejumlah kepada daerah membatalkan acara hura-hura menyambut tahun baru. Mereka berempati pada korban AirAsia.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Kisah pesta Tahun Baru berubah jadi doa bersama demi AirAsia
Evakuasi jenazah korban AirAsia. ©AFP PHOTO/Adek Berry

Pergantian Tahun Baru kali berselimut duka, khususnya bagi keluarga penumpang dan awak Pesawat AirAsia QZ8501. Pesawat rute Surabaya-Singapura itu jatuh di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.Situasi ini pun mengundang simpati. Di berbagai daerah misalnya, diputuskan tidak merayakan pergantian tahun.Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta masyarakat untuk merayakan malam tahun baru dengan sederhana dan tidak berlebihan. Mengingat Indonesia tengah diterpa berbagai peristiwa memilukan, mulai dari longsor Banjarnegara hingga jatuhnya pesawat AirAsia."Hendaknya malam pergantian tahun baru dari 2014 menuju 2015 dirayakan dengan sederhana saja, tidak usah berlebihan mengingat musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Banjarnegara, Pasar Klewer Solo dan Pesawat AirAsia QZ8501," tulis Jokowi.Berikut sejumlah daerah yang memilih doa bersama ketimbang merayakan Tahun Baru:

Bandung batalkan pesta kembang api

Indonesia tengah berduka. Momentum keceriaan yang saban tahun dilakukan pemerintah kota Bandung batal dilakukan pada pergantian tahun 2015. Itu sebagai penghormatan atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura di Selat Karimata."Kita lagi banyak musibah. Ada aspirasi dari warga agar tidak ada gebyar kembang api, jadi dibatalkan saja," kata pria yang akrab disapa Emil ini usai peresmian Taman Alun-alun Bandung, Rabu (31/12).Sebelumnya, Pemkot Bandung sendiri menerima sumbangan kembang api dari seorang donatur. Kembang api import dari Taiwan itu memiliki durasi selama 30 menit dengan jumlah ledakan mencapai 2.500 tembakan untuk mewarnai langit-langit Bandung pada pergantian tahun.Meski demikian, dia tidak akan membatalkan perayaan-perayaan lainnya yang memang sudah direncanakan seperti acara hiburan dan istigasah bersama warga Bandung di Alun-alun."Ingin bersimpati bukan berarti bersedih, karena menyambut hal baru juga harus bergembira. Jadi tetap ada kegembiraan di jalan Dago, kita juga ada istigasah," terangnya."Artinya kita tetap ada doa bersama, jadi untuk pesta kembang api tahun ini tidak ada. Mungkin tahun depan," tambahnya.

Warga Jatim diminta doakan korban AirAsia

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo imbau masyarakat tidak terlalu hura-hura menyambut Tahun Baru 2015, malam nanti. Dia meminta warganya sisipkan doa untuk korban Pesawat AirAsia QZ8501 di malam pergantian tahun. Bahkan, hiburan malam tahun baru yang digelar Pemprov Jawa Timur, juga dibatalkan."Kepada seluruh masyarakat Jatim saya ucapkan selamat tahun baru. Saya kita tidak terlalu hura-hura merayakannya," katanya saat meninjau persiapan penyambutan jenazah korban AirAsia di Mapolda Jawa Timur, Rabu (31/12).Dia pun mengatakan sebagai rasa hormat kepada keluarga korban AirAsia, dirinya mengajak warga untuk menggelar doa bersama."Ini untuk menghormati keluarga penumpang AirAsia yang baru saja terkena musibah. Jadi saya mohon, kita menyisipkan doa untuk mereka yang terkena musibah. Apalagi sebagian besar dari mereka adalah warga Jawa Timur terutama Surabaya," katanya.Pakde Karwo juga menegaskan, pihaknya tidak melarang masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun dari 2014 ke 2015. "Boleh, tapi mohon dengan khidmat dan jangan hura-hura, tetap berdoa meminta kepada Tuhan agar Jawa Timur bisa lebih baik di tahun depan," harapnya.

Ganjar berdoa untuk korban AirAsia

Maraknya bencana di Indonesia menjadikan acara malam tahun bagi Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) merayakannya hanya dengan ritual selamatan tumpengan di ruang loby Kantor Gubernuran, Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain melakukan doa bagi para korban pesawat jatuh Air Asia, dilakukan bagi keberlangsungan dan kesusksesan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di tahun depan.Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah mengaku proses pergantian malam tahun kali ini, bagi dirinya sangat tidak nyaman. Pasalnya, malam ini suasana di luar kantor Pemprov Jateng ada suasana gegap gempita kembang api menandai pergantian tahun. Di sisi lain, banyak masyarakat di Jateng khususnya tertimpa musibah seperti bencana banjir, bencana longsor dan kebakaran besar."Berganti tahun, tahun ini tentunya tidak nyaman. Rasanya di luar sudah jedar-jeder panggung musik sudah di mana-mana tapi rasa-rasanya lumayan. Lumayan kakinya agak berat melangkah ke sana. Yang nggondeli, ada problem longsor kemarin. Melihat banjir juga lumayan. Belum selesai kita dapat cobaan luar biasa. Karepe arep piknik mau pergi kecelakaan pesawat," paparnya dalam pidato pembukaan acara 'Tasyakuran Menyambut Tahun Baru 1 Januari 2015' Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, Rabu (31/12).Meski di sisi lain, Ganjar mengaku memberi acung jempol akan kekompakan dalam penanganan paska bencana, tetapi ke depan beberapa bencana baik di Jawa Tengah dan di Indonesia masih menjadi PR besar baik bagi Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jateng di kemudian hari."Meski di sisi lain saya apresiasif betapa kompak dan cepat kita mudah-mudahan mampu. Saya tidak beri pengarahan, tapi pada pribadi. Tidak sekedar tahun baruan. Tapi di Klewer apinya masih menyala. Itulah PR besar kemudian tidak tega rasanya mau pergi tahun baruan," ungkapnya.

JNF gelar doa bersama untuk korban AirAsia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta warga Jakarta untuk tidak hura-hura dalam merayakan acara pergantian tahun 2015. Mengingat Indonesia tengah berduka dengan musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap mengadakan Jakarta Night Festival (JNF) untuk menyambut pergantian tahun. Namun menurut Djarot di setiap panggung rencananya akan diadakan doa bersama untuk korban AirAsia."Ini Indonesia dalam suasana duka, bencana habis di Banjarnegara, sekarang jatuhnya pesawat AirAsia. Ini suasana penuh duka. Jadi dirancang doa bersama di setiap panggungnya," ungkap Djarot di kawasan Monumen Nasional (Monas), Rabu (31/12).Mantan wali kota Blitar ini mengajak warga Jakarta untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Dan dia mengharapkan pada 2015, Indonesia khususnya Jakarta terhindar dari malapetaka.

UPDATE TERKINI: Evakuasi korban AirAsia QZ8501

Rekomendasi