Tinjau terminal Teluk Lamong, JK dicurhati PT Pelindo III

JK ditemani Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Tinjau terminal Teluk Lamong, JK dicurhati PT Pelindo III
JK tinjau Terminal Teluk Lamong. ©2014 Merdeka.com/moch andriansyah

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau Terminal Teluk Lamong Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/12). JK ditemani Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. JK mengamati kelebihan dan kekurangan pelabuhan tersebut.JK yang juga didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ekonom dan Pengusaha Tanri Abeng serta Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi Tirta Hidayat. JK sempat mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis dan mengomentari fungsi serta mekanisme fasilitas dan pengelolaan. "Kalau itu apa?" tanya JK menunjuk sejumlah peralatan di area Lapangan Penumpukan Kontainer. Dijelaskan Direktur PT Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surjanto soal kelebihan dan kekurangan semua fasilitas yang ada di Terminal Teluk Lamong. Djarwo menerangkan, peralatan di Terminal Teluk Lamong saat ini masih commissioning and testing (tahap pengujian). Jadi belum bisa beroperasi sepenuhnya. Selain itu, kapasitasnya nanti mencapai 5 juta TEU’s."Saat ini kapasitasnya baru sampai 1,5 juta TEU’s peti kemas. Sedangkan kapasitas curah kering, Terminal Teluk Lamong, nantinya akan mampu menampung hingga 20 juta ton," papar Djarwo.Sedangkan terkait area lahan di pelabuhan yang terletak di perbatasan Surabaya-Gresik itu, awal mulanya, izin proyek yang diberikan Gubernur Jawa Timur saat itu masih dijabat oleh Imam Utomo hanya seluas 50 hektar saja. "Tapi kemudian, saat gubernurnya Pakde Karwo (Soekarwo) diberikan izin mengembangkan pelabuhan. Bahkan izin area pendukungnya diberikan sampai seluas 380 hektare," papar Djarwo lagi.Untuk masalah pengembangan, masih kata Djarwo, hingga tahap ultimate, Terminal Teluk Lamong nantinya terdiri dari area Terminal Peti Kemas seluas 88 hektar, area Curah Kering seluas 26 hektar, area Cargo Konsolidasi dan Distribusi seluas 145 hektar, area Industri Pendukung dan Curah Kering seluas 36 hektar, serta area industri lainnya seluas 65 hektar.Tak hanya memaparkan masalah tersebut, kepada JK, Djarwo juga berkesempatan menyampaikan unek-uneknya seperti sempitnya akses jalan menuju ke Pelabuhan (terminal) Teluk Lamong. "Banyak truk trailer yang melintas di jalan itu, tapi sayangnya, seperti yang bapak (JK) lihat tadi, akses jalan menuju pelabuhan menyempit lalu melebar. Kemudian, soal akses Jalan Tol yang berada tidak jauh dari Teluk Lamong, pintu keluarnya sangat tidak strategis," ucapnya.Sementara Gus Ipul semula ikut mendengarkan penjelasan Djarwo, ikut menimpali. "Kelebihan dari Terminal Teluk Lamong adalah lahannya yang digunakan tidak dilakukan dengan pembebasan tanah, karena hanya reklamasi saja," katanya.Pada 5 September lalu, pascapembangunan Terminal Teluk Lamong, pihak PT Pelindo III menggelar Soft Opening. Dalam gelar acara itu, juga dilakukan video teleconference dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang saat itu masih menjabat sebagai presiden.

Rekomendasi