Makam Kopka Andik mantan ajudan Komandan Kodim Lamongan di Desa Pulosari Kecamatan Pare, Kabuapaten Kediri, dibongkar oleh tim penyidik POM DAM V Brawijaya, Selasa (2/12).
Pembongkaran makam ini dilakukan setelah pihak keluarga menilai ada kejanggalan dalam kematian korban yang awalnya ditemukan tewas gantung diri. Sebab berdasarkan foto terakhir korban meninggal dalam keadaan tangan terborgol dan terdapat beberapa luka di sejumlah bagian tubuhnya.
Diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh pendeta makam Kopral Kepala Andik Priya Harsono dibongkar oleh tim penyidik POM DAM V Brawijaya. Pembongkaran ini dilakukan untuk melakukan visum terhadap jenazah setelah pihak keluarga menilai kematian ajudan Dandim 0812 Lamongan ini dinilai tidak wajar dan banyak ditemukan kejanggalan.
Kopka Andik ditemukan tewas dengan gantung diri di kantor Kodim 0812 Lamongan dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya pada Oktober lalu. Dari situ pihak keluarga menilai kematian bapak satu anak itu cukup janggal.
Pihak keluarga saat itu berangkat ke lamongan setelah mendapatkan kabar dari unit intel bahwa Kopka Andik membutuhkan uang. Namun setibanya di sana keluarga justru terkejut setelah Kopka Andik ditemukan sudah tidak bernyawa.
"Permintaan visum oleh pihak keluarga saat itu ditolak dan baru dilaksanakan saat ini setelah kami melaporkan kejanggalan tersebut ke POM DAM V Brawijaya. Kami berharap POM DAM V Brawijaya dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban," kata Handoko mertua korban.
Lebih lanjut diungkapkan Handoko beberapa hal yang membuat pihak keluarga merasa yakin kematian korban bukan karena bunuh diri, karena kedua tangannya masih dalam keadaan terborgol, mulut dan dadanya mengalami luka memar. Selain itu pada celana dalam korban tidak ditemukan sperma tanda orang meninggal karena gantung diri.
"Bukti-bukti itu ada di dalam foto-foto terakhir korban sebelum dimakamkan dan kini disimpan oleh penasihat hukum keluarga," jelas Letkol (Inf) Heriyadi Wakapuspen Kodam V Brawijaya.
Seperti diketahui pihak Kodim Lamongan terkait kematian Kopka Andik awalnya memberikan keterangan korban bunuh diri akibat malu setelah kedapatan melakukan pelecehan seksual terhadap anak dari Komandan Kodim Lamongan.
Namun hingga kini kasus dugaan pelecehan seksual itu masih belum ada pemeriksaan lanjutan khususnya terhadap terduga korban pelecehan seksual.