Banyak lebih vulgar dari kasus tukang tusuk sate tak ditindak

"Pelaku hanya mem-posting kembali konten yang selama ini sudah banyak beredar di dunia maya."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Banyak lebih vulgar dari kasus tukang tusuk sate tak ditindak
Ibu tukang sate penghina Jokowi. ©2014 merdeka.com/benny

Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin menanggapi kasus penangkapan tukang tusuk sate Muhammad Arsad (23). Warga Ciracas itu ditangkap polisi karena dianggap mem-bully Joko Widodo lewat Facebook.Zainuddin sangat menyayangkan penangkapan tersebut karena dianggap tidak memenuhi rasa keadilan bagi seluruh warga masyarakat. "Toh kasus ini juga oleh pelaku hanya mem-posting kembali konten yang selama ini sudah banyak beredar di dunia maya," ungkapnya dalam rilis ke merdeka.com, Jumat (31/10)."Masih banyak kasus serupa bahkan lebih vulgar dan terang-terangan menghina atau mem-bully pihak tertentu lewat media sosial tapi kayaknya tidak mendapat perlakuan serupa dari aparat, ada apa ini?" tanya Zainuddin.Namun demikian Zainuddin juga mengingatkan bahwa dalam penggunaan teknologi dan jejaring sosial memiliki etika yang sudah diatur dalam Undang-Undang ITE.

"Kita mendukung agar keadilan harus ditegakkan, siapa yang salah wajib dikenakan sanksi, asal kan penegakkan hukum itu tidak tebang pilih dan berlaku kepada siapa saja," jelasnya.Legislator PKS dari dapil Jakarta Timur ini mengimbau kepada masyarakat agar bijak dan santun ketika menggunakan media sosial. "Walaupun kita bebas untuk menuliskan apa saja di akun pribadi akan tetapi ketika itu ditulis dalam jejaring sosial maka hal tersebut bukan lagi privacy karena sudah menjadi hak publik," pungkasnya.

Rekomendasi