Sekretaris Fraksi Golkar DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memandang sinis soal pembentukan pimpinan DPR tandingan yang dilakukan Koalisi Indonesia Hebat. Menurut dia, pimpinan DPR tandingan bentuk ekspresi frustrasi karena yang tak dapat kursi menteri kabinet."Mereka frustasi, sudah tidak dapat kursi menteri di kabinet, lalu sekarang di parlemen juga tidak dapat posisi. Makanya mereka membuat DPR tandingan dan makanya para pimpinan DPR tandingan itu adalah orang-orang yang kalah perang," ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/10).Bambang mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut Prabowo Subianto bisa jadi presiden tapi tunggu lima tahun lagi, hal ini yang menurut Bambang juga harus dilakukan kubu Jokowi di parlemen. Jika ingin kuasai parlemen, kata dia, tunggu lima tahun lagi."Jokowi pernah bilang kalau Prabowo pingin jadi presiden tunggu 5 tahun lagi. Nah harusnya PDIP dan rekan-rekan koalisinya tersebut memahami konteks pernyataan Jokowi tersebut dan bersabar 5 tahun lagi sampai pileg dilaksanakan kembali untuk menyapu bersih posisi pimpinan DPR," kata Wabendum Golkar ini.Bambang meminta agar PDIP dan koalisinya mesti berusaha keras di Pemilu 2019 nanti agar mampu menguasai parlemen. Dia juga berharap PDIP sabar hingga lima tahun jika ingin kuasai parlemen."Berusahalah seluruh rakyat memilih mereka, jadinya mereka bisa borong semua pimpinan. Harus PDIP dan koalisinya memahami itu dan bersabar 5 tahun lagi untuk sapu bersih posisi di DPR dan di pemerintahan," pungkasnya.Seperti diketahui, kubu Jokowi di parlemen membuat mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR. Tak hanya itu, mereka juga membentuk pimpinan DPR tandingan dan menunjuk Pramono Anung sebagai ketua DPR, dan wakilnya Dossy Iskandar, Abdul Kadir Karding, Patrice Rio Capella dan Syaifullah Tamliha.
Bamsoet: Tak jadi menteri, mereka frustrasi bikin DPR tandingan
Bambang berharap PDIP sabar hingga lima tahun jika ingin kuasai parlemen.
Advertisement
Rekomendasi