Saat berlatih ketoprak, Ganjar ngaku kesulitan jadi Mangkubumi

"Padahal kita sudah minta sutradaranya agar pakai bahasa yang umum. Ternyata profesi ketoprak itu sulit ternyata."

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Saat berlatih ketoprak, Ganjar ngaku kesulitan jadi Mangkubumi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ©2014 Merdeka.com/Fariz

Didapuk memerankan tokoh Pangeran Mangkubumi dalam pementasan seni ketoprak (wayang orang), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluh kesulitan saat menggelar latihan di Gedung Rektorat Kompleks Kampus Undip, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/10)."Angel-angel tenan (benar-benar sulit)," keluh Ganjar Pranowo saat ditemui merdeka.com Selasa (21/10) malam diiringi gelak tawa mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam latihan ketoprak di Kampus Undip Tembalang, Kota Semarang."Padahal kita sudah minta sutradaranya agar pakai bahasa yang umum. Ternyata profesi ketoprak itu sulit ternyata. Jadi pemain ketoprak itu memang sungguh-sungguh orang yang sangat profesional. Sulit-sulit tidak mudah," seloroh politisi PDI Perjuangan ini.

Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.comGanjar mengaku penggunaan bahasa Jawa halus dalam ketoprak tidak mudah. Meski sang sutradara memberikan toleransi bisa menggunakan bahasa yang simple saat pentas nanti namun yang pasti dalam latihan malam tadi, bagi Ganjar yang terpenting paham alur ceritanya."Tapi tadi sudah diberitahu sama sutradaranya boleh improv dengan bahasa yang sederhana. Tetapi karena bahasa-bahasa kromo inggilnya (Jawa halus) tidak terlalu mudah. Dan saya untuk pentas nanti harus menghafal bahasanya lagi. Tapi intinya, ceritanya baru ngeh (jelas) alurnya setelah latihan tadi. Kemarin belum ngeh, Mangkubumi kui kon ngopo tapi Pak Rektor bicara saja, Mangkubumi ngandani Diponegoro gitu ajah," tutur suami Siti Atikoh yang saat ini kuliah S3 di Undip Semarang ini.Ganjar sendiri diminta oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bermain ketoprak bersama sang rektor, Prof Sudharto P Hadi. Pertunjukan ketoprak yang akan digelar Kamis (23/10) lusa ini mengangkat lakon 'Kumara Tegalrejo' atau Pahlawan Goa Selarong yang menceritakan perjuangan Pangeran Diponegoro.Pertunjukan ketoprak itu merupakan kolaborasi antara Undip, Pemprov Jateng, Wayang Orang Ngesti Pandhawa, dan mitra perbankan yang akan mendaulat sejumlah perwakilannya sebagai pemain ketoprak.Ganjar dalam pertunjukkan ketoprak yang digelar dalam rangka Dies Natalis Ke-57 Undip yang berlangsung di Gedung Prof Soedarto Undip Semarang itu. Sudharto yang memerankan Pangeran Diponegoro dalam ketoprak itu, mengatakan, lakon yang diangkat dalam ketoprak itu garis besarnya tentang perlawanan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda.Pasukan Belanda akan membangun jalan dari Pantai Selatan sampai Kerajaan Mataram, dan menerabas Tegalrejo yang menjadi padepokan Pangeran Diponegoro bersama kerabat dan pengikutnya. Pangeran Diponegoro dengan kukuh mempertahankan wilayahnya dengan semboyan 'rawe-rawe rantas, malang-malang putung, sadhumuk bathuk sanyari bumi'.Kemudian akhirnya, terjadilah peperangan. Pertempuran pasukan Pangeran Diponegoro dengan tentara Belanda pun tak terhindarkan, ungkap Guru Besar Ilmu Lingkungan Undip itu, mengakibatkan kematian Kapten De Joung beserta para serdadunya.

Rekomendasi