Hormati Malaysia cekal Ulil, Menag harap RI tak lakukan hal sama

Lukman mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi dialog paham pemikiran keagamaan.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Hormati Malaysia cekal Ulil, Menag harap RI tak lakukan hal sama
Menag Lukman Hakim dan Abdullah Syam. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghormati kebijakan Pemerintah Malaysia yang mencekal kedatangan Ulil Abshar Abdalla ke negaranya. Ulil sedianya akan berbicara dalam diskusi panel berjudul 'Religious Fundamentalism Threat in This Century' di Kuala Lumpur pada 18 Oktober mendatang."Itu menjadi otoritas Pemerintah Malaysia dan tentunya Negeri Jiran itu mempunyai alasan sendiri. Saya tentu menghormati kebijakan Pemerintah Malaysia yang memiliki otoritas mencekal saudara Ulil Abshar Abdalla masuk ke wilayah Malaysia untuk berbicara tentang Islam di sana. Mereka punya alasan tersendiri yang patut kita hormati," demikian penjelasan Lukman melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (14/10).Kendati demikian, Lukman berharap Pemerintah Indonesia tidak melakukan hal yang sama, yakni melarang seseorang untuk mendiskusikan masalah agama. Menurut Lukman, sebesar apa pun perbedaan pemikiran keagamaan di antara kedua negara, harus dibukakan ruang dialog agar bisa dipahami titik persamaan dan perbedaannya."Tapi di Indonesia, saya berharap Pemerintah kita tak perlu lakukan larangan seperti itu. Sekeras, setajam, dan sebesar apa pun perbedaan antar kita dalam hal pemikiran keagamaan, justru harus terus diupayakan untuk didialogkan guna mendapatkan pemahaman titik-titik persamaan dan perbedaannya," jelasnya. "Selama pikiran-pikiran itu tidak mengajak kepada makar atau penistaan dan penodaan atas pokok-pokok suatu paham agama, maka perbedaan yang ada justru perlu terus didialogkan," tambahnya.Lukman mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi dialog paham pemikiran keagamaan, baik intra maupun antaragama, dengan cara-cara yang santun. "Kita harus menjaga dialog paham pemikiran dalam intra dan antaragama secara santun, semata-mata demi meningkatkan kualitas peradaban kemanusiaan kita, bukan justru sebaliknya," katanya.Seperti diberitakan, Pemerintah Malaysia mengaku serius melarang pelopor Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla mengunjungi di negara tersebut. Dia dianggap menyebarkan ajaran menyimpang yang berbeda dari kaidah Islam Sunni di Negeri Jiran.Menteri Urusan Agama Datuk Seri Jamil Khir Baharo mengatakan, pandangan JIL berbahaya buat masyarakat Malaysia. "Pemerintah Malaysia mengikuti mazhab Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Kami tidak mau mengizinkan orang yang pemikirannya jelas berseberangan dengan pandangan negara kami bertandang," ujarnya seperti dilansir Malaysian Insider.

Rekomendasi