Menyeberang di Myanmar, jangan tengok kanan!

Jalanan di sana lengang. Para sopir justru menambah kecepatan ketika melihat orang hendak melintas.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Menyeberang di Myanmar, jangan tengok kanan!
jalan di Yangon. ©2014 Merdeka.com

Laju kendaraan di ruas Jalan Yangon, Myanmar, tergolong kencang. Bagi pejalan kaki harus ekstra hati-hati jika tak ingin celaka. Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi di Myanmar, jarang sekali ditemukan pembatas jalan. Ketika menyeberang posisi sejajar dengan kendaraan di sisi kiri dan kanan.Di negara pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi, para sopir justru menambah kecepatan ketika melihat orang hendak melintas. Tak jarang sopir berbelok dengan kecepatan tinggi karena jalan lengang.Yang perlu juga diperhatikan adalah lajur yang digunakan. Di Myanmar berbeda dengan di Indonesia. Di sini mobil menggunakan lajur sebelah kanan.Jadi, ketika hendak nyeberang tengoklah sisi kiri. Memang perlu adaptasi, terlebih sudah terbiasa di Indonesia kendaraan memakai lajur kiri."Nengoknya berbeda. Kalau di Jakarta kita lihat ke sebelah kanan," ujar Hakim, salah seorang warga Indonesia.Di sini, pemerintah setempat juga mengeluarkan kebijakan motor dilarang melintas di Yangon. Motor hanya melintas di pinggiran kota, dan perkampungan.Aturan itu dibuat untuk menekan angka kecelakaan dan mengurai kemacetan. Selama hampir sepekan, merdeka.com, merasakan lancarnya arus lalu lintas.

Rekomendasi