Kisah pilu keluarga saat Ari 'berkulit ular' lahir,jual TV butut

Perekonomian yang serba sulit membuat Ari yang menderita sakit kulit hanya dirawat seadanya tanpa obat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kisah pilu keluarga saat Ari 'berkulit ular' lahir,jual TV butut
Bocah bersisik mirip ular. ©2014 Merdeka.com

Ari Wibowo (16) bocah 'berkulit ular' menimbulkan simpati publik setelah ceritanya diangkat media Inggris Daily Mail. Banyak yang terkesan dengan semangat Ari yang tak pantang menyerah. Merdeka.com menemui nenek Ari di kediamannya Tangerang Selatan. Sang nenek bernama Masnah bercerita pilunya situasi keluarga saat Ari akan lahir di dunia. Keluarga sempat pontang panting saat Ari akan lahir. "Waktu mau lahir, ibunya sempat dirawat di bidan sini tapi setelah seminggu gak di situ, kabarnya digerebek gak ada izin praktik. Lalu kita bawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah habis Rp 1,5 Juta, kita jual kambing dan TV butut," kata Nenek Ari, Masnah (58) dengan logat Betawi di Tangerang Selatan, Jumat (26/9).Masnah menyatakan setelah dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah, Ari dirujuk untuk dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Hal itu karena kondisinya yang tak kunjung sehat seperti bayi pada umumnya."Terus Ari dioper ke Rumah Sakit Harapan Kita, diinkubator. Kondisinya waktu itu kaya daging merah, kayak ayam dikeset," terang dia.Lanjut dia, saat akan dibawa pulang pihak rumah sakit meminta uang tebusan jutaan. Pihak keluarga pun mencoba meminta keringanan saat itu."Waktu itu kita harus nebus RP 3 juta cuma dirawat sebulan. Kita dikasih keringanan seratus ribu saja," ujar dia.Sehabis dibawa pulang, Masnah mengungkapkan merawat Ari dengan semampunya. Obat pun tak mereka pegang saat itu."Kita rawat sendiri sekuatnya, makan juga apa adanya. Kita gak ada obat," pungkas dia.

Rekomendasi