Mengaku akrab, Deputi KPDT pinjamkan sertifikat tanah buat Teddy

Hadi ngaku tak tahu kalau dokumen itu dijadikan agunan supaya Teddy mendapat uang buat suap Bupati Biak non-aktif itu.

Aryo Putranto Saptohutomo
Mengaku akrab, Deputi KPDT pinjamkan sertifikat tanah buat Teddy
Illustrasi Sidang Tipikor. ©2014 Merdeka.com

Deputi I Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Suprayoga Hadi, mengakui merelakan lima sertifikat tanahnya dijadikan jaminan pinjaman kredit ke Bank Papua oleh Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut. Hadi mengaku tidak tahu kalau akhirnya dokumen itu dijadikan agunan supaya Teddy mendapat uang buat menyuap Bupati non-aktif Biak Numfor, Yesaya Sombuk.

Hadi mengakui hal itu saat bersaksi dalam sidang Teddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/9). Dia menceritakan, awalnya dia mengenal Teddy di kantornya pada sekitar April 2013.

"Saya beberapa kali sering bertemu Teddy. Pertemuan setelah itu hanya hubungan pertemanan," kata Hadi.

Hadi lantas menjelaskan, dia rela meminjamkan lima sertifikat tanahnya, antara lain daerah Darmaga dan Parung, Bogor, serta di Citarik-Sukabumi dan Jatinangor. "Sertifikat itu dipinjam Teddy dan infonya untuk pencairan dana membeli kapal," ujar Hadi.

Hadi tidak mengetahui kalau ternyata sertifikat itu buat meminjam duit ke Bank Papua sebesar Rp 300 juta. Uang itu akhirnya diberikan kepada Yesaya sebagai uang muka ijon proyek.

"Saya tidak tahu. Dikreditkan di Bank Papua, saya tidak tahu. Jadi antar kawan saja, hanya untuk business to business, enggak ada urusan dengan kantor dan sebagainya," ujar Hadi.

Tak hanya itu, Hadi juga mengaku akan berbisnis dengan Teddy. Menurut pengakuannya, Teddy menalangi pembangunan kos-kosan di Bogor sebesar Rp 300 juta. Dia mengaku nantinya keuntungan sewa rumah kos itu bakal dibagi dua dengan Teddy.

"Iya. Dalam konteks business to business. ini akan dibuat kos-kosan dan bagi hasil. 50:50," sambung Hadi.

Dalam persidangan sebelumnya, terkait proyek tanggul laut Kabupaten Biak Numfor, Teddy mengaku merogoh kocek ratusan juta buat duit pelicin supaya mendapat pekerjaan itu. Dia mengaku memberikan Rp 65 juta kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Biak Numfor, Yunus Saflembolo, dan Bupati non-aktif Biak Numfor, Yesaya Sombuk, sebesar lebih dari Rp 900 juta.

"Uang yang Rp 600 juta pribadi, Rp 300 juta ambil kredit. Jaminan ke Bank Papua itu alat berat teman saya sama sertifikat Suprayoga (Deputi I Kementerian PDT)," papar Teddy.

Rekomendasi