Stafsus dibidik KPK, alasan Sesmen PDT beri proyek ke Ketua PKB

Pada sekitar 10 juni, Hadi bertemu dengan Nurdin dan mengklarifikasi ihwal persaingan Ardie dan Muamir.

Aryo Putranto Saptohutomo
Stafsus dibidik KPK, alasan Sesmen PDT beri proyek ke Ketua PKB
Ilustrasi Korupsi. ©2014 Merdeka.com

Deputi I Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Suprayoga Hadi, mengungkap mengapa Sekretaris Menteri PDT, Muhammad Nurdin, lebih mempercayakan pengurusan proyek kepada Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muamir Muin Syam, ketimbang Staf Khusus Menteri PDT Sabilillah Ardie. Dia mengatakan, alasan mendasar kenapa Nurdin condong memilih Muamir lantaran mendapat kabar Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mengawasi sepak terjang Ardie.

Fakta itu terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan Hadi, dibacakan oleh penasihat hukum Teddy Renyut, Effendi Saman, saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/9). Di dalam BAP, pada sekitar 10 juni, dia bertemu dengan Nurdin dan mengklarifikasi ihwal persaingan Ardie dan Muamir.

"Selanjutnya saya beritahu Teddy. Berdasarkan info Sesmen, posisi Ardie sedang dibidik KPK, termasuk Hanibal, asisten deputi kesehatan di bawah saya. Makanya Sesmen lebih memilih Muamir yang memungkinkan," kata Effendi saat membacakan BAP Hadi.

Kemudian, Effendi mencecar Hadi ihwal pernyataannya itu. "Karena dalam hubungannya, Teddy yang langsung berhubungan dengan kedua beliau ini. Itu BAP didasarkan berdasarkan transkrip yang ada. Persaingan kubu Ardie dan Mas Muamir," ujar Hadi.

Saat dikonfirmasi langsung, Nurdin mengakui pembicaraan itu. Tetapi dia tidak menjelaskan dari mana dia mendapat informasi itu.

"Saya cuma dengar seperti itu. Makanya saya beritahu Pak Suprayoga," kata Nurdin.

Rekomendasi