Gunung Slamet siaga, terjadi 15 kali gempa & lontaran batu pijar

Terjadi 38 kali letusan dan 20 dentuman keras.

Aryo Putranto Saptohutomo
Gunung Slamet siaga, terjadi 15 kali gempa & lontaran batu pijar
Gunung Slamet meletus. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

Aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah memasuki status siaga atau level III. Berdasarkan data pengamatan Gunung api Slamet oleh PVMBG pada Kamis antara pukul 12.00-18.00 Wib, terjadi peningkatan aktivitas."Secara visual cuaca terang, angin tenang. Gunung Slamet teramati terjadi 38 kali letusan, dengan mengeluarkan abu berwarna coklat kehitaman tebal dengan tinggi letusan 200-1.500 m. Terdengar 20 kali dentuman kuat. Jarak luncur material lava pijar 1.300 m. Hal ini menyebabkan hutan savana di sekitar puncak Gunung Slamet terbakar di dua titik, yaitu kawasan sebelah timur dan barat laut."Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (11/9).Selain itu, juga terjadi 15 kali gempa dan 83 kali gempa hembusan dari Gunung Slamet. Masyarakat dilarang memasuki area radius 4 kilometer dari puncak gunung. "Masyarakat Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang belum perlu mengungsi. Namun diimbau untuk tetap siap siaga," kata Sutopo.BNPB telah memberikan pendampingan BPBD Jawa Tengah dan BPBD di 5 kabupaten sekitar Gunung Slamet, dalam menyusun rencana kontinjensi menghadapi erupsi.

Rekomendasi