Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) memiliki sikap tersendiri, mengatasi adanya gerakan kelompok radikal Islamic State Iraq and Sham (ISIS). Pasalnya Indonesia telah memiliki pengalaman untuk mengatasi adanya serangan gerakan radikal sejak lama."Saya kira Indonesia mempunyai cara sendiri, di mana kita sudah punya pengaman itu sejak 30 bahkan 40 tahun lalu. Pendekatan-pendekatannya mungkin berbeda," kata Jokowi di rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9)."Kita mempunyai cara sendiri. Ada pendekatan keamanan tetapi ada juga pendekatan budaya dan pendekatan agama. Ini mungkin yang berbeda dengan negara lain," tambah Jokowi.Mengenai sikap Amerika Serikat yang mengatakan akan memimpin penyerangan ISIS, Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan tidak berminat untuk bergabung. Sebab dengan pendekatan keagamaan dan budaya maka cara yang akan ditempuh berbeda."Pendekatan kita mungkin berbeda dengan yang lain. Saya kira kita punya sikap sendiri," tutup Jokowi.Sebelumnya Obama mengatakan, akan mengirimkan 475 personel militer ke Irak. Ia juga berjanji bahwa Amerika akan memimpin sebuah koalisi untuk menumpas ISIS."Bekerja sama dengan pemerintah Irak, kami akan meningkatkan upaya untuk melindungi rakyat kami dan melakukan misi kemanusiaan. Jadi kami akan memukul mundur ISIS sebagai target pasukan Irak," beber Obama.
Punya cara sendiri, Jokowi ogah gabung Amerika lawan ISIS
"Ada pendekatan keamanan tetapi ada juga pendekatan budaya dan pendekatan agama," kata Jokowi.
Advertisement
Rekomendasi