Para bule hunter sering mendapatkan cibiran miring di masyarakat. Wanita yang berhubungan dengan para pria berkulit putih dari ras kaukasoid dianggap hanya mengejar materi semata dan kepuasan seksualitas.Kondisi ini membuat mereka lebih nyaman bercerita tentang kehidupan cintanya dengan sesama bule hunter. Lantas apa yang biasanya mereka bicara saat nongkrong bareng?"Banyak, biasa si ngomongin urusan ranjang, suka ngomongin tentang seks. Misalnya aduh ya ampun ternyata cowoknya begini atau perlakuannya di tempat tidur kaya gini. Ngomongin sex toys, safe sex, saling mengingatkan bahaya penyakit menular," beber Elisabeth Oktofani, penulis buku Bule Hunter: Money, Sex, and Love, saat berbincang santai pada merdeka.com, Senin kemarin.Dia menambahkan, kalau bicara hal-hal itu, terkadang para bule hunter sampai lupa waktu. Jika bukan urusan seks, mereka juga menyelipkan perbincangan seputar fashion dan brand."Misalnya kadang kita tahu gak tadi malam gue bla..bla..bla. Kalau obrolin itu ya kadang bisa sampai dua jam, sambil ketawa-ketawa, sambil santai," kelakarnya.Dia menambahkan, di Indonesia sebenarnya ada organisasi yang beranggotakan istri atau kekasih dari pria bule. Tapi Fani sendiri belum bergabung di organisasi itu."Ada perkumpulan mix couple, seperti Perca (Perkawinan Campuran), Srikandi, KKC (Komunitas Kawin Campur), APAB (Aliansi Perkawinan Antarbangsa). Biasanya komunitas itu lebih untuk bahas tentang hukum seperti izin tinggal suami, anak statusnya gimana. Tapi ada juga yang ngomong soal brand," tambahnya.Bicara soal sex toys dan fantasi bercinta, diakui Fani, memang selalu dilakukan pria bule yang tengah bercinta. Tak jarang pula, wanita Indonesia baru tahu soal kenikmatan sex toys setelah berkencan dengan pria bule."Karenakan bulenya yang beliin," pungkasnya.
Gosip ala 'bule hunter', dari urusan ranjang sampai sex toys
Buat ngobrolin seks, para bule hunter sampai menghabiskan waktu berjam-jam.
Advertisement
Rekomendasi